Kalapanunggal (KEMENAG)
MI Bojongmenteng Desa Palasarigirang Kecamatan Kalapanunggal menggelar kegiatan penanaman pohon bertajuk “Satu Siswa Satu Pohon” atau One Student One Tree Program pada Rabu (13/5/2026) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Kiara Beres). Kegiatan ini diikuti oleh para siswa, unsur pemerintah, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak lintas sektor yang mendukung gerakan peduli lingkungan sejak dini.
Program tersebut bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap lingkungan kepada peserta didik sekaligus mendukung program green school atau sekolah adiwiyata di lingkungan madrasah. Kegiatan berlangsung mulai pagi hingga siang hari dengan rangkaian acara berupa pemaparan program, dukungan dari berbagai stakeholder, penyerahan simbolis pohon kehidupan, hingga aksi penanaman pohon bersama.
Dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Forkopimcam Kalapanunggal, APDESI, kepala desa, unsur perusahaan, pengawas bina, KKMI, serta sejumlah madrasah dan mitra lainnya.
Ketua pelaksana program, Didin Sa’dillah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup.
“Melalui program ini kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menanam dan merawat pohon. Harapannya, tumbuh kesadaran sejak dini bahwa alam harus dijaga bersama,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi dari Seksi Pendidikan Madrasah, Selly Syalsyah, mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu menanamkan nilai pendidikan karakter sekaligus kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik madrasah.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga membentuk karakter siswa agar memiliki rasa cinta terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial. Madrasah harus mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya peduli lingkungan,” ungkapnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan juga menjadi ajang kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pendidikan berbasis lingkungan. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Program “Satu Siswa Satu Pohon” diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan budaya cinta lingkungan di kalangan peserta didik serta memperkuat sinergi antara madrasah, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Kontributor: Sie. Penmad
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







