Surade (KEMENAG)
Menyongsong pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), Perpustakaan MAN 3 Sukabumi kembali menggelar SERASI (Selasa Literasi dan Aspirasi), Selasa (22/9/2026). Mengusung tema “Menyongsong TKA dengan Meningkatkan Literasi melalui Trik dan Tips Menyelesaikan Soal”, kegiatan kali ini secara khusus diikuti seluruh siswa kelas XII.
Kegiatan berlangsung selama satu jam pelajaran pada awal pembelajaran dengan menghadirkan Yuli Yuniar, S.Pd., guru Bahasa Indonesia MAN 3 Sukabumi, sebagai pemateri. Kegiatan dipandu pustakawati Uti Maftukhah, S.IP.
SERASI kali ini tidak hanya menekankan aktivitas membaca, tetapi mengajak siswa berlatih memahami teks, menganalisis informasi, berpikir kritis, dan menentukan jawaban berdasarkan bukti. Peserta diberikan empat soal pilihan ganda berbasis teks dengan tingkat kesukaran HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan diminta menyelesaikannya secara mandiri dalam waktu lima menit.
Setelah pengerjaan selesai, Yuli Yuniar tidak hanya membahas jawaban yang benar, tetapi mengajak siswa memahami proses berpikir di balik jawaban tersebut. Siswa diarahkan untuk mengetahui alasan sebuah pilihan dapat dianggap tepat berdasarkan informasi yang terdapat dalam teks.
Dalam pembahasannya, Yuli mengenalkan empat langkah yang dapat digunakan siswa ketika menghadapi soal berbasis teks. Pertama, memahami perintah soal dengan menemukan kata kunci dan mengetahui tuntutan pertanyaan. Kedua, menemukan serta memetakan informasi penting dalam teks, seperti gagasan utama, informasi pendukung, dan hubungan antargagasan.
Langkah ketiga adalah menggunakan bukti dari teks dan melakukan eliminasi terhadap pilihan jawaban. Siswa diarahkan untuk menguji setiap pilihan berdasarkan informasi yang tersedia serta mengeliminasi jawaban yang bertentangan dengan teks, tidak memiliki bukti pendukung, terlalu umum, atau keluar dari konteks. Keempat, memverifikasi kembali jawaban dengan memastikan pilihan yang diambil benar-benar sesuai dengan tuntutan pertanyaan dan memiliki dasar yang kuat.
Keempat langkah tersebut kemudian dirangkum dalam pola sederhana, yakni memahami pertanyaan, menemukan informasi, membuktikan jawaban, dan melakukan verifikasi. Melalui pola tersebut, siswa diarahkan mengubah kebiasaan mengerjakan soal dari sekadar “mencari jawaban” menjadi “membuktikan jawaban”.
Yuli menjelaskan bahwa kemampuan tersebut penting dalam menghadapi soal berbasis literasi karena siswa tidak cukup hanya membaca cepat atau mengandalkan ingatan. Mereka perlu mampu menghubungkan informasi, memahami konteks, menguji pilihan, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti.
“Waktu yang tersedia tentu masih terbatas jika harus membahas seluruh karakter soal secara mendalam. Namun, dari kegiatan ini setidaknya siswa mendapatkan gambaran tentang strategi yang dapat digunakan ketika menghadapi soal berbasis teks. Selanjutnya, strategi tersebut perlu terus dilatih melalui pembelajaran dan pengayaan,” ungkap Yuli Yuniar.
Sementara itu, Plt. Kepala MAN 3 Sukabumi, H. Sarifudin, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan SERASI yang dikembangkan sebagai bagian dari upaya madrasah memperkuat budaya literasi sekaligus mendukung kebutuhan akademik siswa.
“Kegiatan seperti SERASI menjadi ruang yang baik untuk membangun kebiasaan siswa dalam membaca, memahami persoalan, dan berpikir kritis. Madrasah akan terus berupaya menghadirkan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi siswa serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Upaya memajukan madrasah tentu membutuhkan proses yang dilakukan secara terus-menerus dan melibatkan seluruh unsur di dalamnya,” ungkap H. Sarifudin.
Menurutnya, penguatan kemampuan siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab satu kegiatan atau satu pihak. Program literasi di perpustakaan, pembelajaran bersama guru, kegiatan pengayaan, serta berbagai program akademik perlu saling mendukung agar perkembangan siswa berlangsung secara berkelanjutan.
Bagi siswa kelas XII, SERASI kali ini menjadi ruang untuk mengenali pola soal sekaligus melatih strategi berpikir yang diperlukan dalam menyelesaikan soal berbasis teks. Siswa tidak hanya berlatih menjawab soal, tetapi juga memahami bahwa setiap jawaban perlu memiliki alasan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan informasi dalam bacaan.
Perpustakaan MAN 3 Sukabumi melalui SERASI terus mengembangkan kegiatan literasi yang tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga mendorong kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, bernalar, dan menyampaikan aspirasi. Dalam konteks persiapan TKA, kegiatan tersebut menguatkan satu prinsip penting: siswa tidak hanya dituntut menemukan jawaban, tetapi juga mampu menemukan bukti yang membuat jawaban tersebut tepat.
Kontributor: MAN 3 Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







