Sukalarang (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukalarang mengikuti Lokakarya Mini (Lokmin) Triwulan III yang diselenggarakan UPTD Puskesmas Kecamatan Sukalarang, Rabu (26/8/2026). Forum tersebut menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus membahas berbagai persoalan sosial di wilayah Kecamatan Sukalarang.
Kegiatan dihadiri Camat Sukalarang, Kepala UPTD Puskesmas Sukalarang, perwakilan Danramil, perwakilan Kapolsek, Kepala KUA Kecamatan Sukalarang yang diwakili Penyuluh Agama Islam, para kepala desa se-Kecamatan Sukalarang, perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB), Pengawas Pendidikan, para kepala sekolah, Saka Amal Bakti, kader kesehatan, serta unsur lintas sektor lainnya.
Dalam forum tersebut dibahas sejumlah capaian program kesehatan sekaligus rencana tindak lanjut yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Beberapa isu yang menjadi perhatian meliputi peningkatan upaya triple eliminasi melalui skrining hepatitis B (HBsAg), sifilis, dan HIV, penanganan gangguan jiwa, pembentukan Kampung Bebas Jentik, penguatan Desa Sehat, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, peningkatan cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pencegahan anemia pada remaja, hingga pengembangan Saka Bakti Husada.
Pada sesi diskusi, Penyuluh Agama Islam KUA Sukalarang, Rodi Billah, S.H., menyampaikan usulan agar edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit menular seksual dapat menjadi bagian dari pembekalan dalam Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin.
Rodi menilai edukasi mengenai kesehatan reproduksi, termasuk pentingnya skrining HIV, sifilis, dan hepatitis B, perlu diberikan sejak sebelum pasangan memasuki kehidupan rumah tangga. Menurutnya, pembekalan tersebut dapat menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran calon pengantin sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan berkualitas.
“Edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin penting diberikan sejak sebelum pernikahan. Dengan pemahaman yang baik, pasangan dapat lebih siap menjaga kesehatan diri dan keluarga, termasuk memahami pentingnya skrining HIV, sifilis, dan hepatitis B sebagai bagian dari upaya pencegahan,” ujar Rodi.
Usulan tersebut mendapat ruang untuk dibahas lebih lanjut bersama instansi terkait sebagai bagian dari upaya membangun pola pembinaan calon pengantin yang lebih komprehensif. Kolaborasi antara KUA dan sektor kesehatan diharapkan dapat memperkuat materi Bimwin dengan informasi yang relevan bagi kesiapan calon pengantin dalam membangun kehidupan keluarga.
Selain mengikuti pembahasan, kegiatan Lokmin Triwulan III juga ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sukalarang. Kehadiran unsur KUA dalam forum tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan pembinaan keagamaan dalam mendukung berbagai program pembangunan masyarakat.
KUA Kecamatan Sukalarang memandang sinergi lintas sektor sebagai bagian penting dalam mendukung pembinaan masyarakat. Kolaborasi yang berkelanjutan antara KUA, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait lainnya diharapkan dapat memperkuat program kesehatan sekaligus memberikan pembinaan yang lebih terpadu bagi masyarakat.
Melalui keterlibatan dalam Lokakarya Mini tersebut, KUA Sukalarang terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar upaya membangun keluarga sehat, masyarakat berkualitas, dan kehidupan sosial yang sejahtera dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Kontributor: KUA Sukalarang
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







