Cicantayan (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cicantayan melaksanakan kegiatan Aurod Dalā’il al-Khayrāt di Masjid Jami Assidqi, Jalan Raya Selakopi, Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan sekaligus ikhtiar memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Aurod Dalā’il al-Khayrāt merupakan rangkaian pembacaan selawat yang bersumber dari Kitab Dalā’il al-Khayrāt karya Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli, ulama besar asal Maroko. Kitab tersebut dikenal luas dalam tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam karena menghimpun berbagai selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat ketahanan spiritual, ketenangan batin, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Lantunan selawat juga diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Cicantayan, Yudi Haryadi, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa semangat Gema Selawat Kebangsaan hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang mencerminkan keteladanan Rasulullah SAW.
“Selawat bukan hanya lantunan lisan, tetapi diharapkan mampu melahirkan akhlak dan kepedulian sosial. Dari kecintaan kepada Rasulullah SAW, kita berharap tumbuh semangat untuk menjaga persaudaraan, kerukunan, dan kedamaian di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, masjid memiliki posisi strategis sebagai pusat pembinaan umat. Karena itu, kegiatan keagamaan perlu terus diarahkan tidak hanya untuk memperkuat spiritualitas, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang santun, moderat, toleran, dan cinta damai.
Pelaksanaan Aurod Dalā’il al-Khayrāt di Masjid Jami Assidqi menjadi bagian dari komitmen KUA Kecamatan Cicantayan dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh dimensi spiritual sekaligus sosial masyarakat.
Melalui lantunan selawat, diharapkan kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh dan diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui keteladanan akhlak, persaudaraan, kerukunan, serta kepedulian terhadap sesama.
Dengan demikian, semangat Gema Selawat Kebangsaan tidak hanya hadir melalui lantunan selawat di masjid, tetapi juga dapat menjadi energi spiritual untuk memperkuat persatuan, kedamaian, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Kontributor: KUA Cicantayan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







