Cicantayan (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Cicantayan menghadiri Pengajian Majelis Taklim Aparatur Kecamatan Cicantayan yang berlangsung di lingkungan Kantor Kecamatan Cicantayan, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan aparatur sekaligus ruang untuk memperkuat nilai spiritual dalam menjalankan tugas dan amanah pelayanan kepada masyarakat.
Lima Penyuluh Agama Islam KUA Cicantayan yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Fitriyah Gentik Sulastri, Abdul Aziz, Ida Nurlaela, Ari Risma Hikwati, dan Ani Rikazah. Kehadiran para penyuluh menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan dan penyuluhan keagamaan di tengah lingkungan aparatur pemerintahan.
Dalam pengajian disampaikan pentingnya menjadikan takwa sebagai landasan moral dalam menjalankan amanah. Setiap tugas, keputusan, dan tanggung jawab yang diemban aparatur tidak hanya berkaitan dengan kewajiban kedinasan, tetapi juga perlu dilandasi kesadaran bahwa setiap perbuatan memiliki pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Nilai takwa tersebut tercermin dalam sikap jujur, amanah, disiplin, adil, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Jabatan dipandang bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya melalui pelayanan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 58 tentang perintah menyampaikan amanah kepada yang berhak serta menetapkan hukum dengan adil. Nilai tersebut menjadi pengingat pentingnya integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala KUA Cicantayan, Yudi Haryadi, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan keagamaan aparatur merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan di lingkungan masyarakat dan pemerintahan.
“Pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa setiap amanah perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai keimanan dan ketakwaan diharapkan dapat menjadi landasan dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” ujar Yudi.
Melalui Majelis Taklim Aparatur, pembinaan keagamaan diharapkan dapat terus menjadi ruang untuk menguatkan kesadaran spiritual, sehingga pelaksanaan tugas kedinasan berjalan seiring dengan nilai amanah, integritas, dan tanggung jawab.
Kontributor: KUA Cicantayan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







