Ciemas (KEMENAG)
Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Surade dan KKMTs Ciemas menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Gedung MTs Ciwaru Al Furqon, Kecamatan Ciemas, Kamis (6/8/2026). Kegiatan bertema “Menguatkan Karakter, Menambah Empati, Mewujudkan Pendidikan Berbasis Cinta” ini diikuti oleh guru Madrasah Tsanawiyah dari kedua wilayah sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Workshop tersebut merupakan bagian dari penguatan program strategis Kementerian Agama dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, penguatan empati, serta terciptanya budaya belajar yang humanis. Kegiatan dihadiri para kepala madrasah, dewan guru, pengawas madrasah, serta menghadirkan narasumber dan fasilitator yang berkompeten di bidang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Turut hadir Anwari Riati, S.Pd., M.M., selaku Pengawas Bina Madrasah Ibtidaiyah, sebagai wujud sinergi antarpengawas dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran pengawas lintas jenjang menjadi bukti komitmen bersama dalam mengawal implementasi berbagai program prioritas Kementerian Agama secara berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh H. Isep Muhyidin, M.Ag., selaku Pengawas Bina Madrasah Tsanawiyah yang mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sangat bergantung pada pemahaman yang utuh dari seluruh pendidik terhadap filosofi, nilai-nilai dasar, serta strategi penerapannya dalam proses pembelajaran.
“Guru merupakan aktor utama keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Oleh karena itu, seluruh guru perlu memahami konsep KBC secara utuh sehingga mampu mengimplementasikannya dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, madrasah dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, empati, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ujar H. Isep Muhyidin.
Pembina Yayasan MTs Al Furqon, H. Kudin Zaenudin, menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, para pengawas, narasumber, fasilitator, serta seluruh peserta yang telah mempercayakan MTs Al Furqon sebagai tuan rumah penyelenggaraan workshop. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan berkarakter.
Materi workshop disampaikan oleh Dr. H. Widad Arifin, M.Ed., selaku Pengawas Bina Madrasah, yang memaparkan arah kebijakan dan strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah serta pentingnya penguatan budaya mutu. Sementara itu, Rida Khamilawati selaku Fasilitator Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Provinsi Jawa Barat menyampaikan materi mengenai filosofi Kurikulum Berbasis Cinta, nilai-nilai Panca Cinta, strategi implementasi dalam pembelajaran, penyusunan modul ajar, hingga pengintegrasian nilai-nilai cinta dalam asesmen dan budaya madrasah.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Diskusi interaktif, berbagi pengalaman, dan praktik baik dari masing-masing madrasah semakin memperkaya pemahaman guru dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan.
Melalui kolaborasi KKMTs Surade dan KKMTs Ciemas ini diharapkan seluruh guru Madrasah Tsanawiyah mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten dalam setiap proses pembelajaran. Sinergi antar-KKMTs, pengawas, kepala madrasah, guru, yayasan, dan fasilitator diharapkan semakin memperkuat transformasi pendidikan madrasah sehingga mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, berempati, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kecintaan kepada bangsa dan negara sesuai dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta.
Kontributor: Pokjawas
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







