Cisaat (KEMENAG)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Ramdani, M.Si., menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta harus menjadi bagian nyata dari proses pembelajaran di seluruh Raudhatul Athfal (RA). Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Kurikulum Berbasis Cinta bagi kepala dan guru RA se-Kabupaten Sukabumi di GOR Gelanggang Cisaat, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan ditentukan oleh empat unsur utama, yaitu sarana dan prasarana, kualitas guru, kurikulum, serta dukungan anggaran yang memadai.
Pada aspek sarana prasarana, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, dan membahagiakan bagi peserta didik. Sementara itu, guru dituntut memiliki kemampuan memahami perkembangan emosional dan psikologis anak sehingga pembelajaran dapat berlangsung sesuai kebutuhan peserta didik.
Terkait Kurikulum Berbasis Cinta, H. Dadang Ramdani menjelaskan bahwa pendekatan tersebut mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada anak melalui sentuhan kasih sayang, penguatan motivasi, evaluasi diri, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kurikulum ini harus benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam proses belajar mengajar agar mampu melahirkan peserta didik yang sesuai dengan harapan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Raudhatul Athfal. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Menutup arahannya, Kepala Kantor mengajak seluruh kepala dan guru RA untuk terus menjaga integritas, mempererat silaturahmi, serta bersama-sama meningkatkan kualitas lembaga pendidikan agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kontributor: Tim Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







