Sukabumi (KEMENAG)
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi melalui Seksi Pendidikan Madrasah menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Rabu (17/6/2026) di Gedung Pertemuan Oasis, Jalan Selabintana, Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Sosialisasi diikuti oleh pengawas madrasah, pengurus MGMP PAI, Ketua KKMTs Kecamatan, guru Pendidikan Agama Islam, serta unsur kurikulum madrasah dari berbagai MTs di Kabupaten Sukabumi.
Dalam arahannya, JFU Tenaga Kependidikan Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dede Kusumadinata, menekankan pentingnya penguatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam sebagai wadah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di madrasah.
Menurutnya, MGMP PAI memiliki peran penting dalam menyukseskan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta karena menjadi ruang kolaborasi para guru untuk berbagi praktik baik, menyusun perangkat pembelajaran, serta memperkuat pemahaman terhadap kebijakan pendidikan yang terus berkembang.
“MGMP PAI harus menjadi motor penggerak peningkatan mutu pembelajaran di madrasah. Melalui forum ini, para guru dapat saling belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan karakter mulia kepada peserta didik,” ujarnya.
Setelah sesi penguatan MGMP PAI, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Kurikulum Berbasis Cinta oleh para narasumber, yaitu Eri Farihah, Rida Khamilawati, dan Ai Roihah. Para pemateri memaparkan konsep dasar, strategi implementasi, serta praktik pembelajaran yang selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penguatan karakter sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, madrasah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Peserta kegiatan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Diskusi interaktif yang berlangsung memberikan ruang bagi para guru untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi KBC di satuan pendidikan masing-masing.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi berharap seluruh madrasah tsanawiyah dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta memiliki kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Kontributor: Sie. Penmad
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







