Cicantayan (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cicantayan membiasakan penggunaan botol minum guna ulang atau tumbler dalam aktivitas kedinasan dan kegiatan pembinaan keagamaan, Selasa, 13 Oktober 2026. Kebiasaan ini menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat ekoteologi, yaitu membangun kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui perilaku sehari-hari yang bertanggung jawab. Dalam perspektif keagamaan, menjaga kebersihan dan merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap bumi.
Penggunaan tumbler juga menjadi contoh penerapan pesan kepedulian lingkungan dalam tindakan nyata. Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan nilai-nilai kebaikan melalui kegiatan pembinaan, tetapi juga dapat memberikan keteladanan melalui kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.
Penyuluh Agama Islam KUA Cicantayan menyampaikan bahwa perubahan perilaku dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Ia berharap kebiasaan mengurangi sampah plastik dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan jemaah majelis taklim untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan.
Melalui kebiasaan tersebut, KUA Cicantayan mendukung upaya membangun lingkungan kerja yang lebih peduli terhadap kelestarian alam. Langkah ini sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak melalui keteladanan, kepedulian sosial, dan penguatan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
📝 Kontributor: KUA Cicantayan ✍️ Editor: Dindin M 📸 Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







