Ciracap (KEMENAG)
Gema Selawat Kebangsaan di lingkungan KUA Ciracap kembali dilaksanakan pada hari ketiga, Rabu (2/9/2026). Kegiatan diisi dengan pembacaan Kitab Dalā’il al-Khayrāt bersama ibu-ibu Majelis Taklim Nurul Huda Cikatulampa, Kecamatan Ciracap, dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Kepala KUA Ciracap, H. Sulaeman Jamal, bersama pegawai KUA yang terdiri atas penghulu, penyuluh agama Islam, dan pelaksana turut mengikuti rangkaian kegiatan. Kebersamaan antara jajaran KUA dan jamaah majelis taklim menjadi bagian dari upaya menghidupkan tradisi berselawat sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.
Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt pada hari ketiga tersebut menjadi bagian dari rangkaian Gema Selawat Kebangsaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 26 Tahun 2026 tentang Selawat Kebangsaan.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Ciracap tidak hanya mengajak masyarakat untuk memperbanyak selawat, tetapi juga mendorong agar kecintaan kepada Rasulullah ﷺ diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun persaudaraan, kepedulian, kerukunan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kepala KUA Ciracap, H. Sulaeman Jamal, menyampaikan bahwa selawat memiliki nilai penting dalam menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.
“Berselawat merupakan salah satu bentuk ungkapan cinta kepada Rasulullah ﷺ. Dari selawat, kita belajar menumbuhkan kecintaan kepada beliau, memperkuat kebersamaan, dan menguatkan semangat kebangsaan. Karena itu, mari kita hidupkan selawat tidak hanya dalam majelis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sulaeman.
Menurutnya, majelis taklim memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Selain menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman agama, majelis taklim juga menjadi tempat membangun silaturahmi dan memperkuat kepedulian sosial.
“Majelis taklim adalah ruang yang sangat penting untuk membangun kebersamaan. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat mempererat silaturahmi, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menumbuhkan semangat untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Ibu-ibu Majelis Taklim Nurul Huda mengikuti pembacaan Dalā’il al-Khayrāt dengan penuh antusias. Kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat dengan nilai keagamaan, sehingga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara KUA Ciracap dan masyarakat.
KUA Ciracap berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan Gema Selawat Kebangsaan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan berselawat, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, serta semangat menjaga persaudaraan dan kerukunan.
Gema Selawat Kebangsaan hari ketiga di Majelis Taklim Nurul Huda menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar KUA Ciracap dalam menghadirkan syiar Islam yang dekat dengan masyarakat. Melalui selawat, silaturahmi, dan keteladanan Rasulullah ﷺ, semangat kebaikan diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







