Cidahu (KEMENAG)
Semangat memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW terus digaungkan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cidahu melalui kegiatan Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Majelis Taklim Al-Muawanah, Kampung Cibojong RT 01/RW 01, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nasional yang dilaksanakan melalui jejaring Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia di berbagai daerah. Pada kesempatan tersebut, peserta mengikuti pembacaan Hizib Ketiga dari Kitab Dalā’il al-Khayrāt.
Kitab Dalā’il al-Khayrāt merupakan karya Imam Abi Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli, ulama besar asal Maroko yang dikenal melalui karya tersebut sebagai salah satu rujukan dalam tradisi pembacaan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pembacaan Hizib Ketiga menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghidupkan tradisi selawatan sekaligus menumbuhkan kecintaan yang lebih mendalam kepada Rasulullah SAW.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cidahu, yaitu Saeful Hilal, S.Pd.I., Zulfiqri Sonis Rahmana, S.Ag., Muhamad Ghozali, S.Th.I., Asep Rival Munawar, Lc., Iyan Agyar, S.Pd.I., dan H. Yusuf Subaekah, S.Pd.I.
Bertempat di Majelis Taklim Al-Muawanah, kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat. Para peserta mengikuti pembacaan selawat dan ngaji sirah sebagai sarana memperdalam kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Para Penyuluh Agama Islam KUA Cidahu memandang selawat bukan sekadar lantunan pujian kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenal perjalanan hidup, kepribadian, perjuangan, dan akhlak beliau secara lebih mendalam. Kecintaan kepada Rasulullah SAW diharapkan dapat diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW, seperti kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, dan sikap menghargai sesama, menjadi bagian penting yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Selawat hendaknya tidak berhenti pada lantunan lisan. Dari selawat, kita berharap tumbuh kecintaan kepada Rasulullah SAW. Selanjutnya, kecintaan itu mendorong kita untuk mengenal beliau, mengikuti tuntunannya, dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Penyuluh Agama Islam KUA Cidahu.
Selain memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan tersebut juga membawa pesan kebangsaan. Semangat persaudaraan, kedamaian, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama yang dicontohkan Rasulullah SAW menjadi nilai penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan penuh kebersamaan.
Melalui Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nasional, Penyuluh Agama Islam KUA Cidahu terus mendorong agar tradisi selawatan semakin hidup di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW yang tidak hanya terucap melalui selawat, tetapi juga tercermin dalam akhlak dan perilaku kehidupan sehari-hari.
Kontributor: KUA Cidahu
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







