Cibitung (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cibitung melaksanakan pertemuan kedua pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di MDTU Az-Zahra, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada pemetaan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an sebagai dasar pembagian kelompok belajar sesuai tingkat kemampuan masing-masing.
Pemetaan dilakukan untuk mengetahui santri yang telah mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar, santri yang masih memerlukan pendampingan, serta santri yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan pola pembinaan agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan setiap santri.
Penyuluh Agama Islam KUA Cibitung, Ryan Marciano, S.Ag., menyampaikan bahwa pembinaan BTQ perlu diawali dengan mengetahui kemampuan dasar setiap santri.
“Kita ingin memulai pembinaan dari kemampuan dasar terlebih dahulu. Santri yang sudah bisa membaca Al-Qur’an akan dibina agar semakin baik bacaannya, sementara yang belum lancar atau belum bisa membaca akan mendapatkan pendampingan sesuai dengan tahap kemampuannya,” ungkap Ryan.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan dan ketepatan makharijul huruf, sifat-sifat huruf, hingga penerapan kaidah tajwid. Tahapan tersebut dinilai penting untuk membangun fondasi membaca Al-Qur’an yang baik sebelum santri diarahkan pada kemampuan pembelajaran yang lebih lanjut.
Kepala KUA Cibitung, Agus Permana, S.Ag., menyampaikan dukungannya terhadap pembinaan BTQ yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan generasi muda.
“Kami mendukung kegiatan pembinaan BTQ ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak-anak. Mudah-mudahan pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga kemampuan para santri semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah MDTU Az-Zahra, K.H. Dadang, S.Pd.I., menyambut baik pemetaan kemampuan santri tersebut. Menurutnya, pengelompokan berdasarkan kemampuan akan membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan memudahkan pendampingan.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena dengan mengetahui kemampuan masing-masing santri, pembelajaran dapat diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Harapannya, santri yang belum lancar membaca dapat terus dibimbing hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” ujarnya.
Pertemuan kedua ini menjadi bagian dari tindak lanjut pembinaan BTQ yang sebelumnya telah dilaksanakan di MDTU Az-Zahra. Melalui pemetaan tersebut, proses pembinaan diharapkan memiliki arah yang lebih jelas dengan memperhatikan kemampuan dan perkembangan setiap santri.
Ke depan, pembinaan akan diarahkan pada peningkatan kelancaran membaca Al-Qur’an, ketepatan makharijul huruf dan sifat huruf, serta penerapan tajwid. Setelah kemampuan dasar terbentuk, pembinaan diharapkan dapat dikembangkan menuju tahsin dan tahfizh sesuai kesiapan masing-masing santri.
Kontributor: KUA Cibitung
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi






