Kabandungan (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kabandungan bersama Pondok Pesantren Nurussalam melaksanakan Gema Selawat Kebangsaan melalui pembacaan Kitab Dalā’il al-Khayrāt Hizb 1 di Pondok Pesantren Nurussalam, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menyemarakkan Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Kegiatan diikuti sekitar 50 santri Pondok Pesantren Nurussalam. Turut terlibat Penyuluh Agama Islam sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Nurussalam, Ust. Iman Nurjaman, S.Pd., Penyuluh Agama Islam Maman, S.Pd.I., Penghulu KUA Kabandungan Muhammad Arfian, S.H., serta sesepuh Masjid Nurussalam, H. Amat.
Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt Hizb 1 dilaksanakan secara berjamaah dalam suasana khidmat. Dalam tradisi pembacaan Dalā’il al-Khayrāt, rangkaian amalan diawali dengan zikir pembuka dan istigfar, tawasul, pembacaan Asmaul Husna, serta niat untuk mengamalkan selawat dengan penuh keikhlasan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Hizb 1 dalam rangkaian Dalā’il al-Khayrāt dikenal sebagai bagian yang dibaca pada hari Senin. Melalui pembacaan tersebut, para santri diajak untuk membiasakan diri berselawat sekaligus mengenal tradisi keilmuan dan amalan yang berkembang dalam khazanah Islam.
Penyuluh Agama Islam KUA Kabandungan, Maman, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan Gema Selawat Kebangsaan menjadi momentum yang baik untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW kepada generasi muda, khususnya para santri.
“Selawat bukan hanya bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana membangun akhlak dan keteladanan. Kami berharap para santri dapat menghidupkan selawat dalam keseharian dan menjadikan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan pesantren dalam gerakan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara KUA, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat dalam menghidupkan syiar Islam.
“Melalui kegiatan bersama seperti ini, kita ingin membangun kebiasaan berselawat sekaligus memperkuat persaudaraan dan kecintaan kepada negeri. Semoga Gema Selawat Kebangsaan membawa keberkahan bagi para santri, masyarakat, dan bangsa Indonesia,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Para santri mengikuti rangkaian pembacaan dengan tertib sebagai bentuk partisipasi dalam Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan.
Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kabandungan bersama Pondok Pesantren Nurussalam terus mendorong tumbuhnya tradisi selawat di kalangan generasi muda. Kecintaan kepada Rasulullah SAW diharapkan dapat diwujudkan melalui akhlak mulia, persaudaraan, kepedulian, serta semangat menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Kontributor: KUA Kabandungan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







