Ciracap (KEMENAG)
Penghulu KUA Kecamatan Ciracap, A. Arpani, hadir sekaligus menyampaikan pesan keagamaan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hikmat Batucolat RT 02/RW 12, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Momentum Maulid Nabi tersebut dimanfaatkan A. Arpani untuk menyampaikan keteladanan Rasulullah SAW sekaligus memberikan edukasi yang berkaitan dengan kehidupan perkawinan dan pembinaan keluarga kepada masyarakat.
Dalam penyampaiannya, A. Arpani mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun dan menjaga kehidupan rumah tangga. Menurutnya, kasih sayang, kesabaran, tanggung jawab, komunikasi yang baik, serta sikap saling menghormati merupakan nilai penting dalam membangun keluarga yang harmonis.
“Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk menghadirkan keteladanan beliau dalam kehidupan, termasuk dalam kehidupan keluarga. Rumah tangga perlu dibangun dengan kasih sayang, kesabaran, komunikasi yang baik, dan tanggung jawab bersama,” ujar A. Arpani.
Selain menyampaikan keteladanan Rasulullah SAW, A. Arpani juga memberikan edukasi mengenai ketentuan usia perkawinan kepada jamaah. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita telah mencapai usia 19 tahun.
Menurutnya, pemahaman mengenai ketentuan usia perkawinan penting diberikan kepada masyarakat agar pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Kesiapan tersebut tidak hanya menyangkut usia, tetapi juga kematangan sikap, tanggung jawab, serta kemampuan membangun hubungan keluarga yang sehat.
“Memahami ketentuan perkawinan harus berjalan seiring dengan kesiapan membangun rumah tangga. Usia merupakan salah satu ketentuan yang harus dipenuhi, tetapi pasangan juga perlu mempersiapkan diri secara mental, emosional, dan sosial agar mampu menjalankan tanggung jawab sebagai suami dan istri,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa edukasi perkawinan perlu terus dilakukan melalui berbagai ruang pembinaan masyarakat. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan tentang keluarga karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Sebagai penghulu, kami tidak hanya hadir dalam pelaksanaan akad nikah, tetapi juga memiliki ruang untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat agar memahami pentingnya mempersiapkan perkawinan dengan baik,” tambah A. Arpani.
Kehadiran Penghulu KUA Ciracap dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan dan edukasi perkawinan kepada masyarakat. Pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat memperkuat pemahaman jamaah mengenai pentingnya membangun keluarga yang berlandaskan nilai agama dan ketentuan yang berlaku.
Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat diajak tidak hanya meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan keluarga. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin siap membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta mampu menjalankan kehidupan rumah tangga secara bertanggung jawab.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







