Sukalarang (KEMENAG)
Dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Sukalarang, Rodi Billah, S.H., melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Al-Ikhlas 2, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat pagi tersebut diikuti puluhan ibu-ibu jamaah yang antusias mengikuti pembinaan keagamaan. MT Al-Ikhlas 2 Cimangkok merupakan salah satu kelompok binaan Penyuluh Agama Islam KUA Sukalarang yang secara berkelanjutan mendapatkan bimbingan keagamaan.
Dalam kegiatan tersebut, Rodi Billah menyampaikan materi mengenai pentingnya memahami ilmu fikih dan tasawuf sebagai dua aspek yang saling melengkapi dalam kehidupan seorang Muslim. Menurutnya, pemahaman agama tidak hanya berkaitan dengan tata cara pelaksanaan ibadah, tetapi juga bagaimana menjaga kebersihan hati dan membentuk akhlak yang baik.
Ia menjelaskan bahwa ilmu fikih memberikan pedoman mengenai tata cara pelaksanaan berbagai ibadah dan aktivitas kehidupan sehari-hari. Fikih membantu umat memahami ketentuan mengenai hal-hal yang wajib, sunnah, mubah, makruh, maupun haram, termasuk dalam pelaksanaan salat, zakat, puasa, dan berbagai aspek muamalah.
Sementara itu, tasawuf berperan dalam membentuk dan membersihkan hati. Melalui tazkiyatun nafs, seseorang diarahkan untuk menjauhi berbagai sifat tercela seperti sombong, riya, dengki, dan penyakit hati lainnya. Tasawuf juga mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam beribadah serta menghadirkan sikap ihsan dalam kehidupan.
“Ilmu fikih mengajarkan kita bagaimana menjalankan amal secara benar, sedangkan tasawuf mengajarkan bagaimana membersihkan hati dalam menjalankan amal tersebut. Keduanya perlu berjalan bersama agar ibadah tidak hanya benar secara aturan, tetapi juga dilakukan dengan ikhlas dan membentuk akhlak yang baik,” ujar Rodi Billah.
Rodi Billah juga menekankan bahwa majelis taklim memiliki peran strategis sebagai wadah pendidikan keagamaan masyarakat. Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk meningkatkan pemahaman ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pembinaan keluarga, penguatan ukhuwah, serta edukasi yang mendorong kemandirian masyarakat.
Menurutnya, pemahaman keagamaan yang baik perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata, termasuk dalam membangun keluarga yang harmonis, menjaga hubungan sosial, dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Kita berharap majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menambah ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk menguatkan keluarga, mempererat persaudaraan, dan mendorong jamaah agar semakin mandiri serta memberikan manfaat bagi lingkungannya,” tambahnya.
Kegiatan Bimluh kemudian diakhiri dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Cimangkok serta seluruh jamaah yang hadir.
Pelaksanaan Bimluh di MT Al-Ikhlas 2 menjadi bagian dari komitmen Penyuluh Agama Islam KUA Sukalarang dalam menjalankan tugas pembinaan dan penyuluhan keagamaan secara berkelanjutan. Kehadiran penyuluh secara rutin di tengah majelis taklim diharapkan dapat memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membangun kedekatan dan komunikasi dengan masyarakat.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, KUA Sukalarang terus mendorong terbentuknya masyarakat yang memiliki pemahaman agama yang baik, berakhlak, rukun, serta mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Kontributor: KUA Sukalarang
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







