Cidahu (KEMENAG)
Kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata masyarakat Kecamatan Cidahu. Selasa (25/8/2026), berbagai unsur pemerintahan, aparat, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, pemuda, dan warga bersama-sama melaksanakan gerakan bersih lingkungan di kawasan CBD, Desa Pondok Kaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu. Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan saluran air dan penanganan tumpukan sampah sebagai langkah preventif menghadapi musim hujan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Cidahu, H. Andi Rohandi, S.H.I., bersama Penyuluh Agama Islam turut mengambil bagian dan berbaur dengan berbagai elemen masyarakat. Keterlibatan jajaran KUA menjadi bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan sekaligus upaya menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
H. Andi Rohandi menyampaikan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Menurutnya, kepedulian terhadap kebersihan tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Menjaga kebersihan, mencegah pencemaran, dan tidak membuang sampah sembarangan merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia yang diberi amanah untuk menjaga bumi,” ujarnya.
Keterlibatan KUA dan Penyuluh Agama Islam dalam gerakan tersebut sejalan dengan semangat Ekoteologi Kementerian Agama RI. Melalui pendekatan tersebut, nilai-nilai keagamaan tidak hanya dipahami dalam aspek ibadah, tetapi juga diaktualisasikan melalui kepedulian terhadap alam dan lingkungan.
Bagi Penyuluh Agama Islam, keterlibatan secara langsung di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari dakwah bil-hal. Pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan disampaikan tidak hanya melalui ceramah, tetapi melalui keteladanan dan aksi nyata bersama masyarakat.
Kegiatan bersih lingkungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Masyarakat diharapkan tidak hanya bergerak ketika saluran air mulai tersumbat atau ancaman banjir muncul, tetapi membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak dari rumah masing-masing.
Camat Cidahu, Leni Nurliah, S.Pd., S.IP., bersama berbagai unsur yang terlibat turut menggerakkan kegiatan lintas elemen tersebut. Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, juga hadir dan terjun langsung membantu membersihkan material yang menyumbat saluran air.
Persoalan sampah dari kawasan hulu hingga hilir menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, tokoh agama, lembaga keagamaan, pemuda, dan masyarakat agar kebersihan lingkungan dapat terjaga secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran KUA Cidahu menunjukkan bahwa peran Penyuluh Agama Islam dapat hadir dalam berbagai persoalan sosial kemasyarakatan. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu bentuk pengamalan nilai agama sekaligus kontribusi nyata dalam membangun kehidupan masyarakat yang bersih, sehat, dan peduli terhadap kelestarian alam.
Gerakan bersih lingkungan di Cidahu akhirnya bukan sekadar kegiatan membersihkan sampah dan saluran air. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kesadaran bahwa merawat bumi merupakan bagian dari menjaga amanah Allah SWT.
Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, semangat Ekoteologi diharapkan semakin membumi dan menjadi gerakan berkelanjutan. Kepedulian terhadap lingkungan pun diharapkan tumbuh sebagai bagian dari budaya masyarakat, sehingga menjaga kebersihan bukan hanya dilakukan saat musim hujan atau ketika ancaman banjir datang, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: KUA Cidahu
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







