Cikidang (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cikidang, Deden Zaenal Mutaqin, S.H., menjadi mubalig dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Majelis Taklim Nurul Falah 1, Kampung Babakansirna RT 01 RW 02, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Selasa (25/8/2026).
Dalam tausiyahnya, Deden menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan dan semangat meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, mengenang kelahiran beliau perlu diiringi dengan upaya memahami dan menerapkan sifat-sifat utama Rasulullah, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Deden juga menguraikan secara singkat perjalanan awal kehidupan Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin, 12 Rabiulawal Tahun Gajah di Kota Makkah. Beliau lahir dalam keadaan yatim setelah ayahnya, Abdullah, wafat sebelum kelahirannya, kemudian kehilangan ibunya, Aminah, ketika berusia enam tahun.
Dalam materi tentang keteladanan, Deden menekankan karakter Rasulullah SAW yang dikenal sederhana, jujur, dan amanah hingga mendapat gelar Al-Amin. Kesabaran beliau dalam menghadapi berbagai cobaan juga menjadi teladan penting bagi umat Islam.
Tidak hanya dalam kehidupan pribadi, Rasulullah SAW juga memberikan keteladanan dalam hubungan sosial dan kepemimpinan. Beliau menjunjung keadilan, menyayangi kaum dhuafa dan anak yatim, menghormati perbedaan, serta mengedepankan musyawarah, kasih sayang, persatuan, dan nilai-nilai moral dalam membangun kehidupan masyarakat.
“Memperingati Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan mahabbah kepada Rasulullah SAW. Kecintaan itu tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi perlu diwujudkan dengan memperbanyak shalawat, mempelajari sirah Nabawiyah, dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Deden.
Ia juga mengajak jamaah untuk mengisi momentum Maulid Nabi dengan berbagai amal kebaikan, di antaranya memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW, mengkaji kisah perjuangan beliau, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Deden berharap kegiatan syiar keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi dapat terus menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi tersebut berlangsung khidmat dan diikuti jamaah serta masyarakat setempat. Kehadiran penyuluh agama sebagai mubalig sekaligus bagian dari pembinaan keagamaan menjadi salah satu bentuk kontribusi KUA dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Kontributor: KUA Cikidang
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







