Lembursitu (KEMENAG)
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi menggelar rapat koordinasi bersama Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kabupaten Sukabumi beserta jajaran SPPG dan satuan kerja madrasah, Kamis (13/8/2026), di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Lembursitu. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan madrasah.
Rapat koordinasi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Ramdani, M.Si. Dalam sambutan sekaligus arahannya, ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara SPPG dan lingkungan madrasah agar pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik.
Menurutnya, pelaksanaan MBG membutuhkan kesamaan data dan informasi antara pihak SPPG dengan satuan pendidikan. Dengan komunikasi yang lebih intensif, berbagai kondisi di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh siswa madrasah.
“Untuk memastikan agar pelaksanaan program makan bergizi gratis ini lebih efektif, lebih efisien, dan lebih bermanfaat, tentunya kita perlu menyamakan persepsi, menyamakan data informasi, sehingga stakeholder, baik dari SPPG maupun dari lingkungan madrasah, bisa saling memahami dan mencermati kondisi-kondisi yang selama ini terjadi,” ujar H. Dadang Ramdani.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Korwil SPPG beserta para pengelola SPPG di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, pertemuan secara langsung menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara pengelola SPPG dengan pihak madrasah.
“Selama ini barangkali yang datang itu piring sama masakan ke madrasah. Tidak tahu yang masak siapa, pimpinannya siapa, penanggung jawabnya siapa. Alhamdulillah pagi hari ini kita bisa bersilaturahmi, bertatap muka, dan tentunya ke depannya kita bisa langsung berkomunikasi secara intens ketika ada kondisi-kondisi yang kurang pas,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Dadang Ramdani juga mendorong adanya pembaruan dan sinkronisasi data lembaga, guru, serta peserta didik. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam melihat kebutuhan dan pengembangan layanan MBG, termasuk menentukan wilayah yang masih belum terfasilitasi.
Ia menjelaskan bahwa lingkungan pendidikan di bawah Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi memiliki cakupan yang luas, dengan 1.143 lembaga yang terdiri atas RA, MI, MTs, dan MA negeri maupun swasta. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan koordinasi agar pelaksanaan MBG dapat dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran.
Kepala Kantor juga berharap pelaksanaan program MBG di madrasah terus diperkuat melalui sosialisasi, edukasi gizi, koordinasi lintas sektor, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. Upaya tersebut diperlukan agar berbagai dinamika dalam pelaksanaan program dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama.
“Harapan kami, sosialisasi pelaksanaan program MBG dan edukasi gizi kepada satuan pendidikan bisa lebih ditingkatkan. Kemudian koordinasi dengan Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Sukabumi, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program MBG,” katanya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan SPPG dan seluruh satuan pendidikan madrasah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan MBG sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh peserta didik madrasah di Kabupaten Sukabumi.
Kontributor: Tim Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







