Ciracap (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciracap, Slamet Rusyadi, melaksanakan sosialisasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat di Kantor Pemerintah Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Desa Gunungbatu, H. Suhendar, beserta perangkat desa sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat.
Dalam kesempatan tersebut, Slamet Rusyadi menjelaskan tujuan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat serta pentingnya memastikan arah kiblat yang tepat melalui momentum Rashdul Kiblat yang akan berlangsung pada 15–16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB. Pada waktu tersebut, posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dijadikan acuan ilmiah untuk menentukan arah kiblat secara akurat.
Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya kalibrasi arah kiblat, peserta juga dibekali tata cara pelaksanaan pengamatan Rashdul Kiblat. Mereka diarahkan untuk menyiapkan lokasi yang datar dan terbuka, memasang benda yang benar-benar tegak lurus, memastikan waktu pada telepon genggam telah tersinkronisasi dengan waktu resmi, kemudian mengamati arah bayangan tepat pada pukul 16.27 WIB. Garis yang ditarik berlawanan dengan arah bayangan tersebut merupakan arah kiblat.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan registrasi akun Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat. Slamet Rusyadi membimbing peserta mulai dari pembuatan akun, proses masuk (login), hingga registrasi titik lokasi pengamatan melalui aplikasi Indonesia Berkiblat. Dengan pendampingan tersebut, seluruh perangkat desa diharapkan siap berpartisipasi dalam pelaksanaan Rashdul Kiblat sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut serta.
Kepala Desa Gunungbatu, H. Suhendar, menyampaikan apresiasi atas sosialisasi dan pendampingan yang diberikan KUA Ciracap. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada perangkat desa, baik mengenai teknis pengamatan arah kiblat maupun tata cara registrasi akun sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat.
“Kami menyambut baik kegiatan sosialisasi dan bimbingan registrasi akun ini. Semoga perangkat desa dapat ikut berpartisipasi serta mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Istiwa A’zham untuk memastikan arah kiblat secara benar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Ciracap, H. Sulaeman Jamal, S.Ag., mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Gunungbatu dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat. Menurutnya, sinergi antara KUA dan pemerintah desa merupakan langkah strategis untuk memperluas edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak titik pengamatan yang terdaftar dan berpartisipasi.
“Melalui sosialisasi yang disertai bimbingan registrasi akun, masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap mengikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat. Momentum Istiwa A’zham merupakan kesempatan langka yang perlu dimanfaatkan untuk memastikan arah kiblat secara mudah, ilmiah, dan akurat, sekaligus menjadi sarana mengagumi kebesaran Allah SWT melalui keteraturan alam semesta,” tutur H. Sulaeman Jamal.
Melalui kegiatan ini, KUA Ciracap berharap Pemerintah Desa Gunungbatu dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat kepada masyarakat. Dengan semakin luasnya partisipasi masyarakat, pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai momentum bersama untuk memastikan arah kiblat dengan tepat dan akurat.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







