Ciracap (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciracap terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujunggenteng sebagai bagian dari perluasan edukasi sekaligus penguatan jejaring pelaksana program di tingkat kecamatan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Ciracap, Sulaeman Jamal, didampingi para Penyuluh Agama Islam, yakni Gilang Kurnia, Rini Ridiswati, Slamet Rusyadi, dan M. Asnawi. Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tujuan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat sebagai ikhtiar bersama untuk memastikan ketepatan arah kiblat pada masjid, musala, rumah tinggal, serta berbagai tempat yang digunakan untuk melaksanakan salat.
Tidak hanya memberikan sosialisasi, tim KUA Ciracap juga melaksanakan pendampingan teknis kepada seluruh peserta. Pendampingan meliputi registrasi dan pembuatan akun Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat sehingga peserta dapat langsung bergabung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program nasional tersebut.
Sebagai penguatan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi Rashdul Kiblat, yaitu metode penentuan arah kiblat berdasarkan posisi Matahari saat berada tepat di atas Ka’bah. Simulasi ini memberikan pengalaman praktik kepada peserta mengenai cara mengkalibrasi arah kiblat secara sederhana, mudah, dan akurat sehingga dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Kepala KUA Kecamatan Ciracap, Sulaeman Jamal, menegaskan bahwa keberhasilan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat memerlukan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. “Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas layanan keagamaan. Karena itu, kami terus membangun sinergi dengan berbagai instansi agar edukasi mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat semakin luas. Kami berharap setiap peserta tidak hanya memahami program ini, tetapi juga menjadi agen edukasi yang turut mengajak masyarakat menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Penyuluh Agama Islam Gilang Kurnia menjelaskan bahwa pendampingan teknis menjadi bagian penting agar peserta mampu mengimplementasikan program secara mandiri. “Kami mendampingi peserta mulai dari registrasi, pembuatan akun, hingga simulasi Rashdul Kiblat. Dengan pendekatan praktik seperti ini, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap berkontribusi dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat di lingkungan kerjanya masing-masing,” tuturnya.
Melalui kolaborasi dengan SPPG Ujunggenteng, KUA Kecamatan Ciracap terus menunjukkan komitmennya menghadirkan layanan keagamaan yang adaptif, edukatif, dan kolaboratif. Sinergi lintas sektor ini diharapkan semakin memperluas jangkauan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan akurasi arah kiblat sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan keagamaan.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







