Ciracap (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciracap terus memperluas kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat. Bertempat di Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Ciracap, Kepala KUA Kecamatan Ciracap, H. Sulaeman Jamal, didampingi Penyuluh Agama Islam Gilang Kurnia, Rini Ridiswati, M. Asnawi, Upon Rusmawan, dan Slamet Rusyadi, melaksanakan sosialisasi dan pendampingan kepada operator Sekolah Dasar se-Kecamatan Ciracap, Senin (6/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Ciracap, Dahlan, Pengawas Sekolah Dasar H. Wawan Siswanto, serta Operator Pendidikan Kecamatan Ciracap, Dede Sandi. Kehadiran unsur pendidikan tersebut menjadi wujud sinergi antara Kementerian Agama dan dunia pendidikan dalam memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Dalam pemaparannya, H. Sulaeman Jamal menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat merupakan ikhtiar Kementerian Agama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat di masjid, musala, rumah tinggal, sekolah, dan tempat ibadah lainnya.
Ia juga menyampaikan bahwa verifikasi arah kiblat secara serentak akan dilaksanakan pada 15–16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB, bertepatan dengan fenomena Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zham, ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai acuan ilmiah untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah dan akurat.
Pada sesi pendampingan, tim Penyuluh Agama Islam memberikan penjelasan mengenai tata cara registrasi akun Indonesia Berkiblat, mekanisme pelaksanaan verifikasi arah kiblat, serta pelaporan hasil kegiatan. Para operator sekolah diharapkan dapat meneruskan informasi tersebut kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat di lingkungan sekolah masing-masing.
Ketua K3S Kecamatan Ciracap, Dahlan, menyambut baik kolaborasi yang dibangun KUA Kecamatan Ciracap bersama dunia pendidikan.
“Melalui jejaring sekolah dasar, informasi mengenai Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat dapat tersampaikan secara lebih luas. Kami siap mendukung sosialisasi ini agar seluruh satuan pendidikan di Kecamatan Ciracap dapat berpartisipasi dan memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Ciracap, Drs. Jenal Abidin, M.AP., menegaskan dukungan Pemerintah Kecamatan terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kecamatan Ciracap siap mengoordinasikan dukungan pemerintah desa, dunia pendidikan, tokoh agama, dan berbagai pemangku kepentingan agar pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Menutup kegiatan, H. Sulaeman Jamal berharap jejaring operator sekolah dasar menjadi mitra strategis KUA dalam memperluas sosialisasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat. Dengan kolaborasi antara KUA, Pemerintah Kecamatan, Korwil Bidang Pendidikan, K3S, pengawas sekolah, operator pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan semakin banyak warga yang memahami serta memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat untuk memastikan ketepatan arah kiblat di masjid, musala, rumah tinggal, sekolah, maupun tempat ibadah lainnya.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, KUA Kecamatan Ciracap optimistis Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat akan menjadi gerakan edukatif yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya akurasi arah kiblat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







