Sukalarang (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukalarang, Ust. Dasep Sugandi, Lc., M.H., memberikan penyuluhan tentang fenomena Rashdul Kiblat kepada jamaah majelis taklim di Aula Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, pada Kamis (2/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk terus beristikamah dalam mengikuti kegiatan majelis taklim sebagai sarana meningkatkan kualitas keimanan dan pemahaman agama.
Pada sesi penyuluhan, Ust. Dasep menjelaskan bahwa fenomena Rashdul Kiblat akan terjadi pada tanggal 15 dan 16 Juli 2026 sekitar pukul 16.27 WIB. Fenomena astronomi ini terjadi ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah ke kiblat secara akurat. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memeriksa sekaligus mengkalibrasi arah kiblat masjid maupun musala dengan cara yang sederhana.
Melalui pendekatan ilmu falak yang mudah dipahami, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai salah satu bagian dari kesempurnaan pelaksanaan ibadah salat. Selain membahas dasar-dasar fikih tentang kewajiban menghadap Ka’bah, peserta juga dikenalkan pada fenomena Istiwa A’zam serta tata cara memanfaatkan bayangan matahari sebagai acuan dalam menentukan arah kiblat.
Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai langkah-langkah praktis kalibrasi arah kiblat, mulai dari memilih lokasi yang terkena sinar matahari langsung, memasang tongkat atau bandul secara tegak lurus, hingga menarik garis bayangan sebagai penunjuk arah Ka’bah. Metode ini diharapkan dapat dipraktikkan secara mandiri oleh masyarakat pada waktu terjadinya Rashdul Kiblat.
Selain materi ilmu falak, Ust. Dasep juga mengingatkan pentingnya menjaga keistikamahan dalam menghadiri majelis taklim sebagai wadah menimba ilmu dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Majelis taklim bukan hanya tempat menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter dan memperkuat keimanan. Begitu pula dengan penyuluhan Rashdul Kiblat, ini merupakan ikhtiar agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah salat dengan keyakinan bahwa arah kiblat yang digunakan telah sesuai. Semoga jamaah terus istiqamah dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ust. Dasep Sugandi.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Sukalarang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya ketepatan arah kiblat sekaligus terus meningkatkan semangat belajar agama melalui kegiatan majelis taklim. Edukasi semacam ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memberikan layanan keagamaan yang edukatif, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kontributor: KUA Sukalarang
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







