Sukabumi (KEMENAG)
Penguatan karakter peserta didik menjadi salah satu fokus utama dalam Sosialisasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi bagi guru MGMP PAI jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), Rabu (17/6/2026).
Dalam pemaparannya, narasumber Eri Farihah menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat diwujudkan melalui berbagai pembiasaan sederhana namun berdampak besar dalam kehidupan belajar di kelas. Beberapa di antaranya adalah memberikan sambutan hangat kepada peserta didik, menyampaikan afirmasi positif, mendengarkan dengan empati, serta menciptakan suasana kelas yang nyaman dan penuh penghargaan.
Menurutnya, pembiasaan tersebut harus menjadi bagian dari budaya madrasah dan dituangkan dalam kurikulum satuan pendidikan agar memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter peserta didik.
“Nilai-nilai cinta tidak cukup hanya disampaikan dalam teori, tetapi harus hadir dalam praktik pembelajaran sehari-hari sehingga menjadi budaya yang hidup di madrasah,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, narasumber Rida Khamilawati menjelaskan empat pilar utama dalam kerangka sistem pendidikan pada Kurikulum Merdeka, yaitu kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan iklim lingkungan belajar. Ia menegaskan bahwa kegiatan kokurikuler menjadi salah satu ciri penting dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.
Menurutnya, berdasarkan KMA Nomor 1503 Tahun 2025, pelaksanaan kokurikuler harus terintegrasi dalam struktur kurikulum setiap jenjang pendidikan. Implementasinya akan memengaruhi proses perencanaan pembelajaran, program pembiasaan, hingga pengembangan kekhasan madrasah yang tertuang dalam kurikulum satuan pendidikan.
Sementara itu, narasumber Ai Roihah menutup sesi sosialisasi dengan pemaparan mengenai pentingnya ketersediaan bahan ajar dan buku pelajaran yang selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta. Ia juga menjelaskan perlunya panduan pelaksanaan kegiatan kokurikuler yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran.
Melalui sosialisasi ini, para guru diharapkan mampu menerjemahkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam praktik pembelajaran yang lebih humanis, menyenangkan, dan berorientasi pada penguatan karakter, sehingga terwujud generasi madrasah yang menjunjung tinggi nilai-nilai panca cinta dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kontributor: Sie. Penmad
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi






