Lengkong (KEMENAG)
Majelis Taklim Aparatur (MTA) Kecamatan Lengkong kembali digelar di Aula Kantor Kecamatan Lengkong pada Senin (16/6/2026) bertepatan dengan 29 Dzulhijjah 1447 H. Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan spiritual aparatur dan masyarakat dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Kegiatan menghadirkan Syaikhuna Al Mukarram Kyai M. Muhyiddin sebagai pemateri dengan tema “Tahun Baru Hijriyah” dan subtema “Hikmah Hijrah”. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak peserta untuk memaknai hijrah tidak hanya sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Kecamatan Lengkong, H. Apip Radiana, S.Pd.I., bersama para Penyuluh Agama Islam, yakni Abdurohim, S.H., Deri Zlaurentis, S.Pd., Mulyadi, S.H., serta JFU KUA Lengkong Asep Effendi, S.Th.I.
Dalam pemaparannya, Kyai M. Muhyiddin menjelaskan bahwa makna hijrah memiliki dua dimensi utama, yaitu al-intiqāl (الانتقال) atau berpindah, dan at-tark (الترك) atau meninggalkan. Hijrah dimaknai sebagai perpindahan dari keburukan menuju kebaikan, serta meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah SWT.
“Hikmah memperingati Tahun Baru Hijriyah adalah menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya. Mari kita pindah dari yang jelek kepada yang baik, mengganti akhlak madzmumah dengan akhlak mahmudah,” pesannya.
Lebih lanjut, beliau menguraikan empat hal yang menjadi jalan menuju kesempurnaan dalam Islam, yaitu akhlak yang mulia, syukur, rasa malu (haya’), dan husnul khuluq atau budi pekerti yang baik.
Pada aspek akhlak, beliau menekankan pentingnya menumbuhkan sifat-sifat terpuji seperti jujur (ash-shidqu/الصدق), penyantun (al-hilm/الحلم), rendah hati (at-tawadhu’/التواضع), dermawan (as-sakhā’/السخاء), serta berperilaku baik (husnul khuluq/حسن الخلق).
Kepala KUA Kecamatan Lengkong, H. Apip Radiana, S.Pd.I., menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam hendaknya menjadi momentum muhasabah dan pembenahan diri bagi seluruh aparatur maupun masyarakat.
“Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian kalender, tetapi momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Semoga nilai-nilai hijrah dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pengabdian kepada masyarakat maupun dalam meningkatkan kualitas ibadah,” ujarnya.
Kegiatan MTA berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Melalui pengajian rutin ini, diharapkan nilai-nilai keislaman semakin mengakar dalam kehidupan aparatur dan masyarakat, sehingga mampu melahirkan pribadi yang berakhlakul karimah serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Kobtributor: KUA Lengkong
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







