Sagaranten (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sagaranten terus berkomitmen dalam mengawal pembinaan mental dan spiritual masyarakat di wilayah tugasnya. Hal ini terlihat nyata dalam gelaran Pengajian Syahriahan Bulanan tingkat Desa Curugluhur yang kembali dilaksanakan di Masjid Nurul Huda, Kamis (4/6/2026). Kehadiran langsung Kepala KUA Kecamatan Sagaranten, H. Hasim Munawar, bersama jajaran Penyuluh Agama Islam, menjadi motor penggerak sekaligus penegas hadirnya negara dalam membimbing kehidupan beragama di tingkat desa.
Pengajian bulan ini mengusung tema mendalam: “Jalan Pulang yang Paling Tenang: Lewat Ibadah yang Istiqomah”, sebuah pesan moral yang selaras dengan misi KUA dalam mewujudkan masyarakat yang religius dan moderat. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti masjid saat lantunan doa tawasul dipanjatkan bersama untuk para pendahulu warga desa.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Sagaranten, H. Hasim Munawar, menekankan bahwa KUA tidak hanya berperan dalam urusan administratif formal semata, melainkan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas moral dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
“Kami di KUA Sagaranten memandang Pengajian Syahriahan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen penting dan benteng moral yang strategis. Ini adalah ruang perjumpaan yang ideal untuk menyelaraskan umara (pemerintah desa), ulama (tokoh agama), dan umat (masyarakat),” ujar H. Hasim Munawar.
Ia juga menambahkan bahwa keaktifan para Penyuluh Agama Islam KUA di lapangan ditujukan untuk memastikan pembinaan keagamaan berjalan secara konsisten dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kader PKK dan perangkat desa. “Kami sangat bangga dengan istiqomahnya warga Desa Curugluhur. Semoga kebersamaan ini menjadi sumber keberkahan dan kedamaian di wilayah Sagaranten,” imbuhnya.
Sinergi yang dibangun oleh KUA Sagaranten ini diperkuat oleh tausiyah dari Al Mukarram Ustadz Abdul Muhyi. Dalam ceramahnya yang aplikatif, ia mengingatkan pentingnya memiliki pedoman hidup yang kuat di era modern yang penuh tantangan.
“Bapak dan Ibu, dunia itu ibarat ombak besar. Kalau kita tidak punya jangkar yang kuat, kita pasti akan hanyut terbawa arus. Jangkar kita itu apa? Salat, zikir, dan mengaji,” tutur Ustadz Abdul Muhyi.
Ia mengapresiasi langkah KUA dan pemerintah desa yang konsisten memfasilitasi majelis ilmu ini. “Syahriahan ini adalah tempat kita mengencangkan jangkar iman sebulan sekali. Supaya besok, saat ombak masalah kehidupan datang menerpa, fondasi hati dan keluarga kita tidak roboh,” pesannya di hadapan jemaah.
Dengan dukungan penuh dan pendampingan berkala dari KUA Kecamatan Sagaranten, Pengajian Syahriahan Desa Curugluhur ini diharapkan terus konsisten berjalan. Melalui program ini, diharapkan lahir masyarakat yang tidak hanya tertib secara administrasi keagamaan, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia.
Kontributor: KUA Sagaranten
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







