Cisaat (KEMENAG)
Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim di Cibolang Girang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, membiasakan santri melaksanakan salat Dhuha berjamaah setiap pagi. Pembiasaan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kedisiplinan beribadah sekaligus memperkuat karakter spiritual santri.
Pada Jumat (16/10/2026), pimpinan pesantren, KH. Iim Abdul Karim, M.Si., memberikan arahan mengenai keutamaan salat Dhuha dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah sunah tersebut diharapkan menjadi kebiasaan positif yang mengiringi aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur’an.
KH. Iim Abdul Karim menekankan bahwa salat Dhuha bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta melatih santri agar terbiasa mengawali aktivitas dengan mengingat-Nya.
“Pembiasaan salat Dhuha diharapkan dapat menumbuhkan kedisiplinan beribadah, ketenangan jiwa, dan ketekunan dalam belajar. Dengan membangun kebiasaan baik sejak di pesantren, santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan istikamah dalam menjalankan ibadah,” ungkapnya.
Pembiasaan ibadah secara rutin menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan pesantren. Selain memperkuat hafalan Al-Qur’an, santri juga diarahkan untuk mengembangkan akhlak, kemandirian, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim berupaya memadukan pendidikan tahfidz dengan pembentukan karakter spiritual, sehingga santri diharapkan memiliki fondasi keagamaan yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.
📝 Kontributor: Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim
✍️ Editor: Dindin M
📸 Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







