Ciracap (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Ciracap, Gilang Kurnia, S.H., memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan keagamaan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satu konten yang dibuatnya berjudul “Mimitian Ayeuna, Mimitian ti Diri Urang”.
Konten tersebut mengangkat pesan tentang pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri, membimbing anak dengan penuh perhatian, serta menumbuhkan kebaikan dari lingkungan keluarga hingga masyarakat. Penggunaan bahasa Sunda menjadi pendekatan untuk mendekatkan pesan dakwah dengan keseharian masyarakat setempat.
Pesan dakwah itu dipublikasikan melalui TikTok, YouTube, dan Facebook. Pemanfaatan berbagai platform tersebut menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan penyuluhan agama agar masyarakat dapat mengakses pesan keislaman secara lebih fleksibel.
Dalam penyampaian dakwah digital, ketepatan materi dan kesantunan bahasa tetap perlu diperhatikan. Konten yang ringkas diharapkan mampu menyampaikan pesan secara jelas tanpa mengabaikan substansi ajaran Islam.
Kepala KUA Ciracap, H. Sulaeman Jamal, S.Ag., mendorong pemanfaatan media digital sebagai sarana pendukung penyuluhan agama. Melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan media, KUA Ciracap berupaya mendekatkan pesan keagamaan kepada masyarakat.
📝 Kontributor: KUA Ciracap
✍️ Editor: Dindin M
📸 Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







