Surade (KEMENAG)
Sebanyak 35 guru dan satu kepala madrasah serta tenaga kependidikan MAN 3 Sukabumi mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2026 pada 5–9 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kementerian Agama untuk memetakan kompetensi GTK madrasah sebagai dasar pengembangan profesionalisme dan peningkatan mutu pendidikan.
Peserta asesmen terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam (PAI), guru mata pelajaran umum, serta tenaga kependidikan bidang perpustakaan. Guru PAI mengampu mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab. Sementara itu, guru mata pelajaran umum berasal dari bidang Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, dan Ekonomi.
Dalam asesmen tersebut, peserta mengerjakan 80 soal dalam waktu 90 menit. Materi disesuaikan dengan kategori peserta dan bidang tugas masing-masing. AKGTK 2026 mencakup kompetensi pedagogik dan profesional bagi guru serta kompetensi teknis bagi tenaga kependidikan. Materi lainnya meliputi literasi, numerasi, sains, rumpun PAI, STEM, mata pelajaran umum, dan moderasi beragama.
Peserta juga mengerjakan materi terkait pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Materi ini mencerminkan pentingnya kesiapan guru dan tenaga kependidikan dalam mengikuti perkembangan teknologi digital yang semakin berpengaruh terhadap dunia pendidikan.
Proktor MAN 3 Sukabumi, Hendra Gunawan, S.Kom., mengatakan pelaksanaan asesmen berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Kesiapan peserta dan dukungan petugas teknis turut menunjang kelancaran kegiatan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan AKGTK 2026 di MAN 3 Sukabumi berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti. Kami berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta serta memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan,” ujar Hendra.
Pelaksana Tugas Kepala MAN 3 Sukabumi, H. Sarifudin, S.Pd., M.M., mengapresiasi partisipasi seluruh GTK yang mengikuti asesmen sesuai jadwal. Ia berharap hasil AKGTK dapat menjadi bahan evaluasi dan refleksi untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing.
“AKGTK hendaknya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan asesmen, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan diri. Hasilnya diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi guru dan tenaga kependidikan untuk mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan, sehingga kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan di madrasah semakin baik,” ungkapnya.
Sarifudin juga mendorong seluruh GTK untuk terus mengembangkan kompetensi, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, peningkatan mutu madrasah memerlukan komitmen bersama antara guru dan tenaga kependidikan.
Melalui AKGTK 2026, MAN 3 Sukabumi diharapkan dapat memperkuat budaya belajar dan pengembangan profesional berkelanjutan. Peningkatan kompetensi GTK diharapkan turut mendukung kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan yang semakin baik bagi peserta didik.
👤 Kontributor: MAN 3 Sukabumi 📝 Editor: Dindin M 📷 Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







