Cisaat (KEMENAG)
Santri Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, melaksanakan kegiatan sima’an dan murajaah bersama pada Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran hafalan Al-Qur’an sekaligus menanamkan kecintaan santri terhadap Kalamullah.
Dalam kegiatan tersebut, para santri saling menyimak hafalan untuk menjaga kelancaran bacaan dan mengenali bagian yang perlu diperbaiki. Melalui sima’an dan murajaah secara rutin, santri dibiasakan untuk menjaga hafalan, memperhatikan ketepatan bacaan, serta meningkatkan kedisiplinan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Pimpinan Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim, KH. Iim Abdul Karim, yang memantau langsung jalannya kegiatan, menekankan bahwa mengaji bagi para santri bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan ibadah yang menyentuh dimensi ruhani.
“Mengaji dan menghafal Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas menggugurkan kewajiban, melainkan sebuah pertemuan ruhani antara hamba dan Kalam-Nya,” ujar KH. Iim Abdul Karim kepada BERITAOKE.ID, Selasa (6/10/2026).
Ia menambahkan bahwa setiap santri perlu memahami kemuliaan Al-Qur’an dan menjaga hafalan dengan penuh kesungguhan.
“Setiap huruf yang mereka lafazkan adalah cahaya. Kami terus menanamkan kepada para santri dan santriwati bahwa mereka adalah Ahlullah (keluarga Allah) di muka bumi. Sehingga, menjaga hafalan berarti menjaga kehormatan tamu agung yang telah diizinkan singgah di dada mereka,” sambungnya.
Melalui kegiatan sima’an dan murajaah, Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim berupaya membangun kebiasaan menjaga hafalan yang tidak hanya berorientasi pada kelancaran bacaan, tetapi juga pada penguatan nilai spiritual. Dengan demikian, santri diharapkan semakin mencintai Al-Qur’an, menjaga hafalannya, serta berupaya mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
👤 Kontributor: Tahfidz Fathiyyah Zahra Abdul Karim 📝 Editor: Dindin M 📷 Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







