Cicantayan (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cicantayan, Hikmah Yati Abdulah, S.S.I., menjadi salah satu pemateri dalam launching Majelis Kajian Kutubut Turats (MAKTUBA) yang diselenggarakan Himpunan Penyuluh Agama Perempuan (HIPAP) Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan dirangkaikan dengan bakti sosial berupa khitanan massal dan mengusung tema “Penguatan Keilmuan dan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Agama Perempuan sebagai Bentuk Kepedulian Sosial”.
Dalam pemaparannya, Hikmah Yati Abdulah membahas pentingnya pendalaman literatur Islam klasik atau kutubut turats bagi Penyuluh Agama Islam, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan keagamaan di tengah masyarakat.
Menurut Hikmah, penguasaan literatur keislaman menjadi salah satu bekal penting bagi penyuluh agar dapat memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan dengan dasar keilmuan yang kuat. Pemahaman terhadap kitab-kitab turats juga perlu disertai kemampuan untuk mengontekstualisasikan materi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pendalaman kutubut turats penting bagi penyuluh agama karena menjadi salah satu sumber untuk memperkuat wawasan keislaman. Melalui kajian yang berkelanjutan, penyuluh diharapkan semakin siap memberikan bimbingan keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Hikmah Yati Abdulah.
Ia menambahkan, kehadiran MAKTUBA dapat menjadi ruang belajar bersama bagi Penyuluh Agama Perempuan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan. Kajian kitab kuning diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teks, tetapi dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas penyuluhan di berbagai lingkungan masyarakat.
“MAKTUBA diharapkan menjadi ruang untuk terus belajar, berdiskusi, dan memperkaya wawasan keagamaan. Ilmu yang diperoleh selanjutnya dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas penyuluh, baik dalam pembinaan majelis taklim maupun pendampingan keagamaan di masyarakat,” tambahnya.
Keterlibatan Penyuluh Agama Islam KUA Cicantayan sebagai pemateri dalam kegiatan tingkat kabupaten tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas penyuluh. Melalui kegiatan MAKTUBA, para Penyuluh Agama Perempuan diharapkan dapat terus mengembangkan kompetensi keilmuan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat.
Kontributor: KUA Cicantayan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







