Cicantayan (KEMENAG)
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 di Kabupaten Sukabumi diisi dengan kegiatan sosial-keagamaan yang digagas Himpunan Penyuluh Agama Perempuan (HIPAP) Kabupaten Sukabumi melalui khitanan massal dan launching Majelis Kajian Kutubut Turats Penyuluh Agama (MAKTUBA) di wilayah Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebermanfaatan penyuluh agama tidak hanya melalui bimbingan dan pelayanan keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian sosial serta penguatan kapasitas keilmuan penyuluh agama perempuan.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Maman Hidayat, S.Ag., M.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan khitanan massal yang diinisiasi HIPAP. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus bagian dari upaya menanamkan nilai kebaikan kepada generasi penerus.
“Selamat atas terselenggaranya khitanan massal yang dilaksanakan oleh HIPAP. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik karena khitan bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kebersihan lahir dan batin serta mengikuti sunah Rasulullah SAW,” ungkapnya.
H. Maman menyampaikan bahwa kehidupan manusia memiliki dimensi ikhtiar dan takdir yang berjalan beriringan. Manusia dituntut untuk terus berusaha menanamkan kebaikan, sementara hasil akhirnya menjadi bagian dari ketentuan Allah Swt.
“Yang kita lakukan hari ini adalah menanam kebaikan. Bisa jadi bukan kita yang akan memanen kebaikan itu, tetapi anak-anak kita, bahkan keturunan kita,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan kebaikan dalam keluarga dan kehidupan sosial. Menurutnya, nilai-nilai kebaikan yang dilakukan saat ini dapat menjadi teladan dan warisan nilai bagi generasi berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Maman turut menyoroti potensi penyuluh agama perempuan di Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 92 orang. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan potensi yang dapat terus dikembangkan untuk memperluas kontribusi penyuluh dalam kehidupan masyarakat.
“Ini adalah potensi yang luar biasa. Kita memiliki 92 penyuluh agama perempuan di Kabupaten Sukabumi. Potensi ini harus terus dikembangkan agar keberadaan penyuluh semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia berharap penyuluh agama perempuan tidak hanya menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam bidang pendidikan agama, keluarga, sosial, dan penguatan moral generasi muda.
H. Maman juga mengajak para penyuluh agama untuk mengikuti rangkaian HSN 2026 sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan. Ia menyinggung lantunan Yalal Wathon sebagai salah satu lagu yang kerap hadir dalam kegiatan keagamaan dan kebangsaan serta memiliki sejarah dalam membangkitkan semangat perjuangan dan kecintaan terhadap tanah air.
“Yalal Wathon bukan milik aliran tertentu dan bukan milik etnis tertentu. Lagu ini menjadi bagian dari semangat perjuangan dan perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan,” jelasnya.
Selain khitanan massal, rangkaian kegiatan juga ditandai dengan launching MAKTUBA sebagai wadah kajian kutubut turats bagi para penyuluh agama. Kehadiran MAKTUBA menjadi bagian dari upaya memperkuat tradisi keilmuan dan kapasitas penyuluh melalui kajian terhadap khazanah keislaman.
MAKTUBA diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi para penyuluh untuk memperdalam khazanah keislaman, memperkuat wawasan dalam menjalankan tugas penyuluhan, serta membangun tradisi keilmuan yang bersumber dari warisan ulama.
H. Maman juga mendorong agar semangat kebersamaan HIPAP terus berlanjut setelah rangkaian kegiatan HSN. Menurutnya, berbagai aktivitas positif dapat dikembangkan sebagai ruang silaturahmi, kreativitas, pembinaan, sekaligus sarana memperkuat peran penyuluh agama perempuan.
“HIPAP memang telah melaksanakan berbagai kegiatan. Ke depan, semangat ini harus terus bermetamorfosis agar kebermanfaatannya berkelanjutan. Bisa melalui kegiatan seperti marawis, paduan suara, hadroh, dan berbagai aktivitas positif lainnya,” ujarnya.
Pelaksanaan khitanan massal dan launching MAKTUBA menjadi bagian dari upaya menghidupkan nilai HSN melalui kepedulian sosial dan penguatan tradisi keilmuan. Melalui peran penyuluh agama perempuan, semangat pengabdian, kepedulian, keilmuan, dan kebangsaan diharapkan terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Kontributor: HIPAP Kabupaten Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







