Parungkuda (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Parungkuda, Ust. Dadun Sanusi, S.Pd., melaksanakan penyuluhan tentang keluarga sakinah kepada jamaah Majelis Ta’lim (MT) Raudhatul Jannah, Kampung Angkrong RT 58/RW 018, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Rabu, 8 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Islam dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat, khususnya dalam membangun pemahaman tentang kehidupan keluarga yang harmonis dan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Dalam penyuluhan tersebut, Dadun Sanusi menyampaikan pentingnya membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik, saling menghargai, serta menjalankan tanggung jawab masing-masing dalam kehidupan rumah tangga.
Menurutnya, keluarga sakinah tidak hanya dibangun dengan pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga membutuhkan landasan keagamaan, keteladanan, dan kesediaan setiap anggota keluarga untuk saling memahami.
“Keluarga sakinah tidak berarti keluarga yang tidak pernah menghadapi masalah. Keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu menghadapi persoalan dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menyelesaikan setiap persoalan,” ujar Dadun.
Ia menjelaskan, perbedaan karakter, pemikiran, dan kebiasaan merupakan hal yang dapat ditemui dalam kehidupan rumah tangga. Karena itu, pasangan suami istri perlu membangun sikap saling memahami dan tidak mudah mengedepankan emosi ketika menghadapi perbedaan.
Dadun juga mengajak jamaah untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, suasana rumah yang dibangun dengan keteladanan, kasih sayang, dan komunikasi yang baik akan memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter anggota keluarga.
Selain menyampaikan materi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi jamaah untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan kehidupan keluarga. Penyuluh memberikan penguatan keagamaan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menjaga keharmonisan dan ketahanan keluarga.
“Ketahanan keluarga perlu dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membiasakan komunikasi yang terbuka, saling mendoakan, saling menghargai, dan bersama-sama menjalankan kewajiban agama. Dari keluarga yang baik, insyaallah akan lahir lingkungan masyarakat yang baik,” tuturnya.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diikuti jamaah Majelis Ta’lim Raudhatul Jannah. Kehadiran Penyuluh Agama Islam di tengah kegiatan Majelis Ta’lim menjadi bagian dari upaya memberikan bimbingan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui penyuluhan keluarga sakinah, KUA Kecamatan Parungkuda terus mendorong peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan edukasi keagamaan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Pembinaan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat membangun keluarga yang harmonis, kuat, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Kontributor: KUA Parungkuda
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







