Surade (KEMENAG)
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) MAN 3 Sukabumi tidak hanya menjadi ruang pembekalan organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami makna kepemimpinan secara lebih nyata. Dalam kegiatan yang berlangsung Sabtu–Minggu, 3–4 Oktober 2026, sebanyak 90 peserta dari unsur pengurus OSIS, MPK, dan ekstrakurikuler mendapatkan materi kepemimpinan dari Yasti Yustia Asih, S.IP., M.Kesos., Ketua Bawaslu Kota Sukabumi sekaligus alumni MAN 3 Sukabumi yang dahulu bernama MAN Surade.
Kehadiran Yasti memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Sebagai alumni madrasah, ia kembali hadir di almamaternya untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran yang diperolehnya selama aktif di berbagai bidang. Saat ini, Yasti dipercaya sebagai Ketua Bawaslu Kota Sukabumi.
Dengan latar belakang pendidikan Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Indonesia serta pengalaman di bidang pemerintahan, pendidikan, penelitian, kebijakan publik, dan organisasi, Yasti mengajak peserta melihat kepemimpinan bukan semata-mata sebagai posisi atau jabatan. Kepemimpinan, menurut materi yang disampaikannya, merupakan kemampuan memberikan pengaruh positif dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama melalui semangat kebersamaan.
Di hadapan peserta LDKS, Yasti menekankan pentingnya karakter seorang pemimpin yang dapat menjadi teladan bagi anggota. Sikap inspiratif, bertanggung jawab, jujur, disiplin, peduli terhadap tim, percaya diri, dan komunikatif menjadi sejumlah karakter yang perlu dibangun dalam diri seorang pemimpin.
Selain karakter, peserta juga diajak memahami keterampilan dasar dalam menjalankan organisasi, seperti komunikasi efektif, manajemen waktu, pemecahan masalah, dan kerja sama tim. Yasti juga menggarisbawahi pentingnya membangun tim melalui sikap saling menghargai, saling mendukung, pembagian tugas secara adil, serta kemampuan menyelesaikan perbedaan dan konflik dengan baik.
Untuk membuat materi lebih kontekstual, peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga mengikuti diskusi dan studi kasus organisasi. Mereka diajak mengidentifikasi persoalan, mendiskusikan solusi, kemudian mempresentasikan hasil pemikiran kelompok. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk melatih kemampuan berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengambil keputusan.
Pada bagian akhir, Yasti mengajak peserta memandang kepemimpinan sebagai proses belajar yang berlangsung secara berkelanjutan. Kepemimpinan tidak hanya dibentuk melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi, kepekaan sosial, keberanian menghadapi persoalan, dan ketangguhan dalam menjalankan tanggung jawab.
Kehadiran alumni dalam kegiatan LDKS tersebut sekaligus menunjukkan bahwa madrasah dapat menjadi ruang yang mempertemukan pengalaman alumni dengan generasi penerus. Bagi peserta LDKS MAN 3 Sukabumi, pengalaman Yasti menjadi bagian dari pembelajaran bahwa proses pendidikan dan pengalaman berorganisasi di madrasah dapat menjadi bekal untuk berkiprah dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
Melalui pembekalan tersebut, LDKS MAN 3 Sukabumi diharapkan tidak sekadar membentuk pengurus organisasi yang mampu menjalankan program kerja, tetapi juga menumbuhkan siswa yang mampu berkomunikasi, bertanggung jawab, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, dan memberikan pengaruh positif bagi lingkungannya.
Kontributor: MAN 3 Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







