Soreang (KEMENAG)
Enam anggota dan pengurus Rohani Islam (Rohis) SMA asal Kabupaten Sukabumi mengikuti Silaturahmi Akbar (Silatbar) dan Kemah Rohis SMA Jawa Barat 2026 di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Al-Mukhlis, Kecamatan Cangkuang, Soreang, Kabupaten Bandung. Kegiatan yang diinisiasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat tersebut berlangsung selama tiga hari dan diikuti lebih dari 150 anggota serta pengurus Rohis SMA dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Enam pelajar yang mewakili Kabupaten Sukabumi terdiri atas Aflah dan Ammar dari SMA Al Bayan, Dwi dan Artika dari SMAN 1 Warungkiara, serta Fajar dan Tyo dari SMAN 1 Pelabuhan Ratu. Keikutsertaan mereka mendapat dukungan dari Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Kabupaten Sukabumi. Dalam kegiatan tersebut, keenam peserta didampingi guru pembimbing, Irwan dan Anas, dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI Kabupaten Sukabumi.
Rangkaian kegiatan hari pertama, Senin (28/9/2026), dimulai pukul 12.00 hingga 21.30 WIB. Peserta mengikuti registrasi, pengarahan, pembagian kelompok dan tenda, upacara pembukaan, serta pembekalan materi. Sejumlah materi yang diberikan antara lain “Pemberdayaan Masjid” bersama Kang Adit dan “Inner Revolution” bersama Dr. Edi Prihadi, yang dilanjutkan dengan dinamika kelompok.
Dalam arahannya pada pembukaan kegiatan, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Barat, Samsul Puad, menekankan pentingnya peran pelajar Rohis dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi keagamaan melalui berbagai platform digital dapat menjadi peluang bagi pelajar untuk belajar, sekaligus menuntut kecermatan dalam memilah informasi yang diterima.
“Jika ada teman yang bertanya tentang agama, arahkan kepada sumber yang terpercaya. Jika menemukan informasi keagamaan yang belum jelas, jangan terburu-buru menyebarkannya. Periksa, pahami, dan pastikan kebenarannya terlebih dahulu,” tegas Samsul.
Ia juga mendorong pengurus Rohis untuk mengambil peran sebagai teman belajar bagi rekan sebaya dengan menghadirkan literasi keagamaan yang ramah, inklusif, toleran, dan membawa kemaslahatan. Kreativitas pelajar juga dapat diarahkan untuk menghadirkan konten keagamaan yang santun, edukatif, dan mudah dipahami oleh generasi muda.
Silatbar dan Kemah Rohis SMA Jawa Barat 2026 selanjutnya berlanjut pada hari kedua dan ketiga dengan berbagai agenda dinamika kelompok dan pengembangan kapasitas. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk memperkuat silaturahmi, bertukar pengalaman, serta mengenal berbagai aktivitas Rohis dari sekolah dan daerah lain di Jawa Barat.
Bagi delegasi Kabupaten Sukabumi, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan keagamaan dan pengalaman keorganisasian yang dapat dikembangkan di sekolah masing-masing. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendukung peran pelajar Rohis dalam mengembangkan kegiatan keagamaan yang positif, kreatif, dan mendorong semangat memakmurkan masjid di lingkungan sekolah.
Kontributor: MGMP PAI
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







