Sagaranten (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sagaranten mengikuti kegiatan Majelis Taklim Aparatur (MTA) yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin di Aula Kecamatan Sagaranten, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti Camat Sagaranten bersama aparatur kecamatan dan sejumlah unsur perangkat daerah serta para Penyuluh Agama Islam KUA Sagaranten.
Kegiatan MTA diawali dengan pembacaan Ratibul Athos, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Camat Sagaranten, Hodan Firmansyah, S.Ip., M.Si. Dalam sambutannya, ia mengajak para aparatur untuk mengikuti kegiatan MTA secara rutin sebagai bagian dari penguatan nilai keagamaan sekaligus ruang evaluasi dan penguatan kedisiplinan aparatur.
Hodan juga menyampaikan bahwa kegiatan MTA tidak semata-mata dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Sukabumi, tetapi menjadi salah satu sarana bagi aparatur untuk memperoleh penguatan spiritual. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan penting menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan aparatur untuk menerapkan prinsip 3S, yaitu salam, senyum, dan sapa dalam memberikan pelayanan.
Materi utama MTA disampaikan Ketua MUI Kecamatan Sagaranten, K.H. Iqbal Hidayat, dengan tema “Amanah”. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa amanah memiliki cakupan yang luas dalam kehidupan. Kedudukan dan jabatan yang dimiliki seseorang, termasuk keluarga seperti anak dan istri, merupakan amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan.
K.H. Iqbal juga mengingatkan jamaah mengenai ciri-ciri orang munafik sebagai bahan introspeksi dalam kehidupan. Nilai amanah, menurutnya, perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk ketika seseorang menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur.
Kepala KUA Kecamatan Sagaranten, Hasim Munawar, S.H., M.H., menyampaikan bahwa nilai amanah memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Islam. Menurutnya, penyuluh tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat, tetapi juga perlu menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan.
“Amanah merupakan nilai penting yang perlu dijaga oleh setiap aparatur, termasuk penyuluh agama. Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, karena pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian dari amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Hasim.
Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang amanah berarti menjalankan profesi bukan sekadar untuk mencari nafkah, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral, hukum, dan ibadah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, amanah perlu diwujudkan melalui kejujuran, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas.
Keikutsertaan Penyuluh Agama Islam KUA Sagaranten dalam MTA menjadi bagian dari peran penyuluh dalam mengikuti sekaligus menguatkan kegiatan keagamaan di lingkungan aparatur. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi setiap aparatur untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Kontributor: KUA Sagaranten
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







