Nagrak (KEMENAG)
Bimbingan Perkawinan (Bimwin) KUA Kecamatan Nagrak terus memberikan pembekalan kepada calon pengantin dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga. Salah satu materi yang diberikan adalah dinamika perkawinan dan konflik dengan tema “Merawat Komitmen, Meredam Ego: Strategi Komunikasi Efektif Hadapi Konflik Rumah Tangga” yang dilaksanakan di Balai Nikah KUA Nagrak, Rabu (23/9/2026).
Materi disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Nagrak, Asep Saepul Rohman, S.Ag. Ia menjelaskan bahwa kehidupan perkawinan merupakan perjalanan yang dinamis karena pasangan memiliki latar belakang, karakter, kebiasaan, dan cara pandang yang tidak selalu sama. Perbedaan tersebut perlu dikelola dengan komunikasi dan sikap saling memahami agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Perbedaan latar belakang, karakter, hingga sudut pandang merupakan bagian dari kehidupan rumah tangga. Karena itu, ketika muncul perbedaan atau persoalan, yang penting bukan sekadar menghindarinya, tetapi bagaimana pasangan mampu mengelolanya dengan komunikasi yang baik dan sikap saling memahami,” ujar Asep Saepul Rohman.
Dalam pembahasannya, Asep menekankan pentingnya komunikasi efektif sebagai salah satu kunci dalam menghadapi konflik rumah tangga. Calon pengantin diajak membiasakan klarifikasi atau tabayyun sebelum mengambil kesimpulan serta menyampaikan pendapat dengan tutur kata yang baik dan santun. Kemampuan mendengarkan pasangan juga menjadi bagian penting agar komunikasi tidak berubah menjadi saling menyalahkan.
Selain komunikasi, calon pengantin dibekali pemahaman untuk mengendalikan ego dan membangun komitmen bersama. Pernikahan dipandang sebagai ruang bagi pasangan untuk saling melengkapi dan bekerja sama, bukan untuk saling mendominasi. Ketika terjadi persoalan, pasangan perlu mencari penyelesaian secara bersama dengan tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan.
“Pernikahan membutuhkan komitmen untuk terus belajar memahami pasangan. Ketika menghadapi konflik, pasangan perlu menahan ego, membangun komunikasi yang sehat, dan mengembalikan penyelesaian persoalan kepada nilai-nilai agama. Dengan begitu, perbedaan dapat menjadi bagian dari proses untuk saling mendewasakan,” ungkapnya.
Melalui materi dinamika perkawinan dan konflik, Bimwin KUA Nagrak tidak hanya membekali calon pengantin dengan pengetahuan tentang kehidupan rumah tangga, tetapi juga keterampilan menghadapi perbedaan dan persoalan secara bijak. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon pasangan agar memiliki kesiapan mental, spiritual, dan komunikasi dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kontributor: KUA Nagrak
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







