Ciracap (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Ciracap, Slamet Rusadi, memberikan pembinaan keagamaan dalam kegiatan Syahriyahan Majelis Taklim (MT) Al-Ijabah di Kampung Leuwengtengah, Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, Sabtu malam (19/9/2026). Mengangkat tema “Membangun Pribadi Muslim”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan pemahaman agama sekaligus mempererat silaturahmi antarjamaah.
Dalam penyampaiannya, Slamet Rusadi menekankan bahwa membangun pribadi Muslim tidak cukup hanya dengan memahami ajaran agama, tetapi juga perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Keimanan hendaknya tercermin dalam pelaksanaan ibadah, pembentukan akhlak, hubungan dengan keluarga, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Ia mengajak jamaah untuk menjadikan proses memperbaiki diri sebagai bagian dari ikhtiar berkelanjutan. Peningkatan kualitas ibadah, menjaga tutur kata, memperbanyak amal kebaikan, dan membiasakan perilaku sesuai tuntunan Islam merupakan langkah nyata dalam membentuk pribadi Muslim yang lebih baik.
Pembinaan tersebut juga mengingatkan jamaah bahwa nilai-nilai keislaman perlu hadir dalam berbagai aspek kehidupan, bukan hanya ketika mengikuti kegiatan keagamaan. Pengamalan ajaran Islam di lingkungan keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pribadi yang membawa manfaat bagi orang lain.
Kepala KUA Kecamatan Ciracap, H. Sulaeman Jamal, S.Ag., mengapresiasi pelaksanaan pembinaan melalui majelis taklim. Menurutnya, majelis taklim memiliki peran penting sebagai tempat menambah pengetahuan agama sekaligus membentuk karakter dan memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.
“Majelis taklim bukan hanya tempat untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pribadi, keluarga, dan masyarakat agar semakin dekat dengan nilai-nilai Islam,” ujar Sulaeman.
Ia berharap Penyuluh Agama Islam KUA Ciracap terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan jamaah. Materi yang disampaikan diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Semoga apa yang disampaikan dalam setiap majelis dapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi benar-benar tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kegiatan Syahriyahan MT Al-Ijabah berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Selain menjadi sarana pembinaan keagamaan, pertemuan ini turut mempererat ukhuwah Islamiyah di antara jamaah Kampung Leuwengtengah dan sekitarnya. Melalui kegiatan tersebut, KUA Ciracap terus mendorong penguatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat.
Kontributor: KUA Ciracap
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







