Cibitung (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cibitung, Ryan Marciano, S.Ag., menyampaikan pembinaan keagamaan bertema “Bahaya Hasad” di Majelis Taklim Al-Farihin, Desa Talagamurni, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Ahad (20/9/2026). Kegiatan ini mengajak jamaah memahami pentingnya menjaga kebersihan hati sebagai landasan membangun akhlak dan hubungan sosial yang harmonis.
Dalam penyuluhan tersebut, Ryan membahas pengertian hasad, dampaknya terhadap kehidupan pribadi maupun sosial, serta langkah-langkah untuk menghindari sifat iri dan dengki. Hasad tidak hanya mengusik ketenangan batin, tetapi juga dapat merenggangkan persaudaraan ketika seseorang merasa tidak senang atas nikmat yang diterima orang lain.
Ryan mengajak jamaah agar membiasakan diri menyikapi keberhasilan dan kebahagiaan orang lain dengan lapang dada. Rasa syukur, doa kebaikan, dan keinginan untuk memperbaiki diri dapat menjadi cara untuk mengelola perasaan serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
“Ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, hendaknya kita belajar bersyukur, mendoakan kebaikan, dan menjadikan keberhasilan orang lain sebagai motivasi untuk memperbaiki diri. Dengan begitu, hati lebih terjaga dan hubungan persaudaraan tetap terpelihara,” tutur Ryan Marciano.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga hati perlu dilatih melalui sikap syukur, qanaah, dan prasangka baik. Nilai-nilai tersebut penting diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat agar tumbuh suasana yang saling menghormati, mendukung, dan menghargai.
Kepala KUA Kecamatan Cibitung, Agus Permana, S.Ag., mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan melalui majelis taklim. Menurutnya, majelis taklim menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun silaturahmi di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan penyuluhan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan materi yang relevan dengan kebutuhan jamaah.
Ketua Majelis Taklim Al-Farihin sekaligus Ketua Yayasan Al-Farihin, K.H. Budiman, menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang diberikan. Ia berharap materi tentang hasad dapat menjadi pengingat bagi jamaah untuk memperbaiki akhlak dan menjaga hubungan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang interaksi antara penyuluh agama, pengelola majelis taklim, dan jamaah. Melalui kegiatan ini, KUA Cibitung terus menjalankan fungsi penyuluhan dengan menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pembinaan di Majelis Taklim Al-Farihin diharapkan menumbuhkan kesadaran jamaah untuk menjauhi sifat iri dan dengki serta membiasakan sikap syukur, qanaah, dan saling menghargai. Sinergi antara KUA, penyuluh agama, dan majelis taklim menjadi bagian dari upaya memperkuat akhlak dan ukhuwah di tengah masyarakat.
Kontributor: KUA Cibitung
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







