Cicantayan (KEMENAG)
Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cicantayan tidak hanya menjadi ruang pembekalan untuk mempersiapkan kehidupan rumah tangga, tetapi juga menjadi momentum menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui gerakan “Pengantin Sedekah Pohon” yang mengajak calon pengantin menanam pohon sebagai bagian dari ikhtiar membangun keluarga yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, Rabu (09/09/2026).
Melalui Bimwin, calon pengantin mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek kehidupan berkeluarga, mulai dari membangun keluarga sakinah, komunikasi antara pasangan, pengelolaan ekonomi keluarga, hingga penguatan ketahanan rumah tangga. Nilai-nilai tersebut kemudian diperluas dengan menanamkan kesadaran bahwa keluarga juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Cicantayan, Yudi Haryadi, M.Si., mengatakan gerakan Pengantin Sedekah Pohon diharapkan dapat menjadi simbol awal perjalanan rumah tangga sekaligus sarana menanamkan nilai kepedulian dan kemaslahatan sejak pasangan memulai kehidupan baru.
“Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga bagaimana keluarga yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui Pengantin Sedekah Pohon, kami ingin mengajak calon pengantin menanam cinta untuk keluarga sekaligus menanam kebaikan untuk bumi,” ujar Yudi.
Menurutnya, pohon yang ditanam dapat menjadi pengingat perjalanan kehidupan rumah tangga pasangan pengantin. Sebagaimana rumah tangga yang membutuhkan perhatian, kesabaran, dan perawatan agar tumbuh kuat, pohon pun membutuhkan proses yang sama untuk dapat tumbuh dan memberikan manfaat.
“Pohon yang ditanam hari ini mungkin masih kecil dan belum memberikan manfaat yang besar. Namun, jika dirawat dengan baik, suatu saat akan tumbuh dan memberikan keteduhan. Begitu pula rumah tangga, harus dirawat dengan kesabaran, komunikasi dan kepedulian agar tumbuh menjadi keluarga yang kuat dan memberikan manfaat,” jelasnya.
Yudi menambahkan, gerakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan nyata. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bentuk ikhtiar menghadirkan kemaslahatan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh manusia maupun makhluk hidup lainnya.
“Sedekah tidak selalu dalam bentuk materi. Menanam pohon, merawatnya, dan menjaga agar pohon tersebut tumbuh serta memberikan manfaat juga merupakan bentuk kebaikan. Bahkan manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang, termasuk oleh generasi berikutnya,” tuturnya.
Bagi calon pengantin, kegiatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman yang berbeda dalam mengikuti Bimbingan Perkawinan. Selain memperoleh pengetahuan sebagai bekal membangun keluarga, mereka juga diajak meninggalkan jejak kebaikan yang dapat dirawat dan diwariskan.
Gerakan Pengantin Sedekah Pohon sekaligus memperkuat pesan bahwa membangun keluarga sakinah tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara suami dan istri, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di sekitarnya.
KUA Kecamatan Cicantayan terus mendorong agar Bimbingan Perkawinan menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya memberikan pemahaman tentang kehidupan rumah tangga, tetapi juga membentuk calon pasangan yang memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan semangat menghadirkan kemaslahatan.
Melalui gerakan tersebut, sebuah pernikahan diharapkan tidak hanya menjadi awal perjalanan dua insan dalam membangun keluarga, tetapi juga menjadi awal tumbuhnya kebaikan. Dua hati dipertemukan, satu pohon ditanam, dan sebuah manfaat diharapkan terus tumbuh hingga generasi mendatang.
Kontributor: KUA Cicantayan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







