Lembursitu (KEMENAG)
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa madrasah Kabupaten Sukabumi. Daffa Adhan Putra Pradesya, siswa MA Tahfizh Quran Al-Bassam Cisaat Kabupaten Sukabumi, berhasil masuk 30 besar Proposal Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Riset Tahun 2026.
Daffa berhasil lolos melalui proposal riset dalam ruang lingkup “Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional” dengan mengangkat judul “TRASH2TRACE: Sistem Pemilahan Sampah Adaptif Berbasis AI untuk Meningkatkan Akurasi dan Pemulihan Material Pesantren”.
OMI Riset 2026 menjadi ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan gagasan dan karya ilmiah sesuai bidang yang ditentukan. Keberhasilan masuk 30 besar menunjukkan adanya potensi peserta didik madrasah dalam mengembangkan riset yang memadukan inovasi, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Riset yang diusung Daffa mengangkat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pemilahan sampah adaptif di lingkungan pesantren. Gagasan tersebut diarahkan untuk meningkatkan akurasi pemilahan sekaligus mendukung pemulihan material melalui pendekatan teknologi.
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Deddy Wijaya, Lc., M.H., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut pada Rabu (09/09/2026). Menurutnya, keberhasilan Daffa masuk 30 besar menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki potensi dalam bidang riset dan inovasi.
“Capaian Daffa masuk 30 besar OMI Riset 2026 tentu menjadi kebanggaan bagi madrasah dan Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi. Ini menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki potensi untuk mengembangkan gagasan yang inovatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi,” ungkap H. Deddy Wijaya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi madrasah untuk semakin memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta minat di bidang penelitian dan inovasi.
“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa madrasah lainnya untuk terus berani meneliti, berinovasi, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat. Dukungan dan pendampingan dari madrasah sangat penting agar potensi peserta didik dapat terus berkembang,” tambahnya.
Dalam penyusunan proposal, Daffa mendapat pendampingan dari guru pembimbing Muh Nabil Al-Baihaqqi. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan gagasan hingga proposal riset yang diajukan berhasil lolos dalam penilaian dan masuk jajaran 30 besar.
Setelah berhasil masuk 30 besar, Daffa berhak mengikuti Presentasi Proposal Riset yang dijadwalkan pada Kamis (10/09/2026). Tahap presentasi tersebut menjadi kesempatan bagi Daffa untuk memaparkan gagasan TRASH2TRACE di hadapan tim penilai.
Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi berharap Daffa dapat mengikuti tahapan presentasi dengan baik dan memberikan hasil terbaik. Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat madrasah dalam melahirkan peserta didik yang berprestasi, kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Kontributor: Sie. Penmad
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







