Jampangkulon (KEMENAG)
Kepala KUA Kecamatan Jampangkulon bersama Penyuluh Agama Islam dan unsur kepolisian melaksanakan pembinaan kepada peserta didik SMPN 4 Jampangkulon pada Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat pesan tentang pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memberikan edukasi mengenai pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Jampangkulon, H. Darwan. M.H., bertindak sebagai Pembina Upacara. Sementara itu, Kapolsek Jampangkulon diwakili oleh Bhabinkamtibmas, Catur Widiantoro. Kehadiran unsur KUA dan kepolisian menjadi bagian dari sinergi dalam memberikan pembinaan kepada para siswa agar mampu membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Dalam amanatnya, Kepala KUA menyampaikan tema “Adab Dulu, Baru Ilmu”. Ia menekankan bahwa kecerdasan dan prestasi perlu diiringi dengan sikap santun, hormat kepada guru dan orang tua, serta kepedulian terhadap sesama.
“Ilmu tanpa adab bisa menjadi sesuatu yang membahayakan. Karena itu, sebelum kita mengejar prestasi dan menjadi yang terbaik, mari kita belajar menghargai guru, menyayangi teman, menghormati orang tua, dan menjaga lisan serta perilaku,” pesannya.
Ia juga mengaitkan pentingnya adab dengan upaya mencegah bullying di lingkungan sekolah. Menurutnya, menghormati teman berarti tidak merendahkan, menertawakan, mengejek, atau melakukan tindakan yang dapat menyakiti secara fisik maupun mental.
“Adab kepada teman salah satunya adalah tidak membully, tidak merendahkan, dan tidak menertawakan kekurangan orang lain. Jadikan sekolah sebagai tempat untuk saling mendukung dan bertumbuh, bukan tempat untuk saling menjatuhkan,” ungkapnya.
Selain adab kepada sesama, Kepala KUA mengingatkan para siswa agar menjaga adab kepada Allah, guru, ilmu, dan diri sendiri. Ia mengajak siswa membiasakan perilaku positif, seperti melaksanakan salat tepat waktu, menghormati guru, menjaga kebersihan, menjaga lisan, serta menggunakan media sosial secara bijak.
“Orang sukses bukan hanya yang paling pintar, tetapi juga yang mampu menjaga adab. Ketika ilmu disertai adab, ilmu akan menjadi berkah dan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.
Pembinaan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa pencegahan bullying tidak hanya membutuhkan aturan, tetapi juga kesadaran untuk membangun akhlak, empati, dan sikap saling menghormati.
Melalui sinergi KUA, Penyuluh Agama Islam, kepolisian, dan pihak sekolah, pembinaan kepada generasi muda diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan penguatan adab dan karakter, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, bertanggung jawab, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan harmonis.
Kontributor: KUA Jampangkulon
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







