Kebonpedes (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kebonpedes, Rahmat, S.H., menghadiri acara penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Institut K.H. Ahmad Sanusi (INKHAS) Sukabumi di Syawala, Desa Kebonpedes, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, serta berbagai unsur yang terlibat dalam mendukung pelaksanaan KKN. Penutupan sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat Desa Kebonpedes.
Kehadiran Rahmat, S.H., dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi KUA dengan lembaga pendidikan tinggi serta masyarakat. Bagi Penyuluh Agama Islam, membangun jejaring dengan berbagai unsur merupakan salah satu upaya mendukung pembinaan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Rahmat menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKN mahasiswa INKHAS di Desa Kebonpedes. Menurutnya, kegiatan KKN menjadi ruang yang baik bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
“KKN bukan hanya menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kami mengapresiasi kehadiran mahasiswa INKHAS di Kebonpedes dan berharap berbagai pengalaman serta kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, KUA, dan masyarakat perlu terus dibangun. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membuka ruang bagi berbagai kegiatan pembinaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk dalam bidang keagamaan dan sosial.
“Sinergi seperti ini perlu terus dijaga. KUA tentu terbuka untuk berkolaborasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan masyarakat, terutama yang dapat memperkuat nilai keagamaan, pendidikan, dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan terlibat dalam berbagai kegiatan di lingkungan Desa Kebonpedes. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan dalam memberikan kontribusi positif.
Acara penutupan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Momentum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat Desa Kebonpedes.
Rahmat mengatakan bahwa berakhirnya masa KKN bukan berarti hubungan antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat harus berhenti. Ia berharap komunikasi dan hubungan baik yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dalam bentuk kegiatan positif lainnya.
“Semoga setelah KKN selesai, silaturahmi tetap terjaga. Apa yang sudah dibangun selama berada di tengah masyarakat mudah-mudahan dapat dilanjutkan melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kehadiran dalam penutupan KKN mahasiswa INKHAS tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kebonpedes turut memperkuat jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi dan masyarakat. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung pembinaan masyarakat yang religius, rukun, dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Kontributor: KUA Kebonpedes
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







