Cicantayan (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cicantayan melaksanakan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS) di Masjid Abdurrohim, salah satu masjid bersejarah yang berada di wilayah Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan jajaran KUA Cicantayan bersama pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Para peserta bersama-sama membersihkan ruang utama masjid, area wudu, halaman, serta menata lingkungan sekitar agar lebih bersih, nyaman, dan asri untuk kegiatan ibadah maupun keagamaan masyarakat.
Pelaksanaan GEBER MAS di Masjid Abdurrohim tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat nilai sejarah dan khazanah keislaman yang melekat pada masjid tersebut.
Nama Masjid Abdurrohim tidak terlepas dari sosok KH Abdurrahim, seorang ajengan yang merantau dari Sukapura, Tasikmalaya, kemudian menetap di Cantayan, Sukabumi. Berdasarkan cerita yang berkembang di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat, garis keturunan KH Abdurrahim disebut-sebut bersambung hingga Syekh Abdul Muhyi, tokoh penyebar Islam di Tasikmalaya Selatan yang berpusat di Pamijahan.
Di Cantayan, KH Abdurrahim mendirikan Pesantren Cantayan yang secara rutin menyelenggarakan majelis taklim dengan jamaah yang datang dari berbagai daerah. Santri yang belajar di lingkungan pesantren tersebut tidak hanya berasal dari Cantayan, tetapi juga dari Bogor dan Cianjur.
Dari lingkungan pesantren dan masjid inilah pendidikan agama ditanamkan kepada putra-putri KH Abdurrahim. Salah satunya adalah KH Ahmad Sanusi, anak ketiga dari delapan bersaudara dari pernikahan KH Abdurrahim dengan istri pertamanya, Epok.
KH Ahmad Sanusi kemudian dikenal sebagai ulama pejuang, ahli tafsir, pendiri organisasi Al Ittihadijatoel Islamijjah, serta anggota BPUPKI. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 7 November 2022 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/TK/2022.
Jejak perjuangan dan keilmuan KH Abdurrahim yang berpusat di Cantayan kemudian diabadikan melalui nama Masjid Abdurrohim hingga saat ini. Dengan sejarah tersebut, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan dakwah dan pendidikan Islam di Sukabumi.
Melalui GEBER MAS, KUA Kecamatan Cicantayan berharap semangat merawat warisan sejarah tersebut dapat terus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah. Dengan demikian, Masjid Abdurrohim dapat terus menjadi tempat ibadah, pembinaan keagamaan, sekaligus ruang yang mengingatkan generasi penerus terhadap sejarah perjuangan ulama di Sukabumi.
Kontributor: KUA Cantayan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







