Lembursitu (KEMENAG)
Partisipasi masyarakat dalam Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS) di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan peningkatan. Hingga Sabtu (8/8/2026) pukul 21.00 WIB, sebanyak 1.838 masjid telah mendaftarkan diri untuk mengikuti GEBER MAS yang akan dilaksanakan secara serentak pada Senin, 10 Agustus 2026. Jumlah tersebut telah melampaui target Kabupaten Sukabumi sebanyak 1.628 masjid, dengan selisih 210 masjid.
Data tersebut disampaikan Permadi Aryateja, S.H.I., M.M., dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, dalam laporan perkembangan persiapan GEBER MAS pada Sabtu (8/8/2026). Capaian pendaftaran tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masjid dan masyarakat dalam mendukung gerakan kebersihan rumah ibadah di Kabupaten Sukabumi.
Dari total 1.838 masjid yang telah terdaftar, KUA Kecamatan Ciracap menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni sebanyak 183 masjid. Capaian tersebut menjadi bagian dari hasil koordinasi jajaran KUA dengan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), penyuluh agama Islam, penghulu, tokoh agama, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat di wilayah masing-masing.
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Persiapan GEBER MAS yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (6/8/2026), Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dedy Wijaya, Lc., M.H., menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan gerakan tersebut.
Dalam arahannya, H. Dedy Wijaya menyampaikan bahwa GEBER MAS bukan sekadar kegiatan bersih-bersih masjid, tetapi merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Jajaran Kementerian Agama, khususnya KUA, diharapkan terus menggerakkan dan mendampingi pengurus masjid agar berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan GEBER MAS.
“GEBER MAS bukan hanya tanggung jawab Kementerian Agama, tetapi merupakan gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, pengurus DKM, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Peran jajaran Kementerian Agama adalah menggerakkan, mendampingi, dan memastikan kegiatan ini berjalan dengan baik,” ujar H. Dedy Wijaya dalam rakor tersebut.
Capaian pendaftaran yang telah melampaui target tersebut tidak terlepas dari kerja bersama seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi. Apresiasi disampaikan kepada para Kepala KUA, kepala madrasah negeri, penyuluh agama Islam, penghulu, pengawas madrasah, pengawas PAI, pelaksana KUA, serta seluruh stakeholder yang telah berkoordinasi dan menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing.
Permadi Aryateja menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan data hingga Sabtu malam, antusiasme masyarakat masih sangat tinggi. Karena itu, koordinasi dan pendataan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh peserta GEBER MAS menjelang pelaksanaan pada 10 Agustus 2026.
“Alhamdulillah, sampai pukul 21.00 WIB jumlah pendaftar sudah mencapai 1.838 masjid atau melampaui target 1.628 masjid. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dan stakeholder. Kami mengapresiasi semua pihak yang telah bergerak dan berharap partisipasi ini terus bertambah serta seluruh masjid yang sudah mendaftar dapat melaksanakan kegiatan dengan baik,” ujar Permadi Aryateja, S.H.I., M.M.
Pada pelaksanaan tingkat kabupaten, Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi akan melaksanakan GEBER MAS di Masjid Raudhatul Irfan pada Senin, 10 Agustus 2026. Selain kegiatan bersih-bersih lingkungan masjid, pelaksanaan tersebut juga akan diisi dengan penanaman bibit pohon di lingkungan masjid.
Sementara itu, di tingkat kecamatan, 47 KUA di Kabupaten Sukabumi akan melaksanakan GEBER MAS di masjid besar masing-masing kecamatan. Berdasarkan laporan persiapan dari setiap KUA, seluruh jajaran telah melakukan koordinasi dan siap melaksanakan GEBER MAS secara serentak mulai pukul 08.00 WIB.
Dengan capaian 1.838 masjid, GEBER MAS di Kabupaten Sukabumi diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong, kepedulian terhadap kebersihan, serta kemakmuran masjid. Gerakan ini juga diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan 10 Agustus, tetapi menjadi budaya bersama dalam menjaga masjid agar tetap bersih, sehat, nyaman, dan semakin berdaya sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan pemberdayaan masyarakat.
Kontributor: Tim Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







