Palabuhanratu (KEMENAG)
MAN 2 Sukabumi menghadirkan Erwan Hermawan, M.Pd., sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dengan materi Pendidikan Inklusif dan Anti-Bullying. Kegiatan yang berlangsung di Masjid MAN 2 Sukabumi pada Senin (13/7/2026) ini diikuti oleh seluruh peserta didik baru sebagai bekal membangun budaya madrasah yang ramah, aman, dan menghargai keberagaman sejak awal tahun pelajaran.
Dalam penyampaian materinya, Erwan Hermawan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap peserta didik memperoleh hak yang sama untuk belajar, merasa aman, dihargai, dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk menolak segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital.
Menurutnya, pendidikan inklusif bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga membangun budaya kebersamaan, empati, dan kepedulian antarsesama warga madrasah. Melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, para peserta diajak memahami bahwa lingkungan belajar yang nyaman dan bebas dari bullying merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah.
Kepala MAN 2 Sukabumi, Hj. Euis Sumirah, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa materi Pendidikan Inklusif dan Anti-Bullying menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MATAMUDA karena sejalan dengan komitmen madrasah untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari diskriminasi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta didik memahami pentingnya menghargai perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, serta membangun budaya saling menghormati di lingkungan madrasah. MAN 2 Sukabumi berkomitmen menjadi madrasah yang ramah, inklusif, dan bebas dari bullying sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal,” ujar Hj. Euis Sumirah.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta didik baru. Melalui edukasi ini, MAN 2 Sukabumi berharap nilai-nilai inklusivitas, kepedulian, dan sikap anti-bullying tertanam sejak awal masa pengenalan lingkungan madrasah, sehingga tercipta budaya belajar yang harmonis, berkeadilan, dan mendukung tumbuh kembang seluruh peserta didik.
Kontributor: MAN 2 Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







