Nagrak (Kemenag)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nagrak terus memperkuat pembinaan aparatur melalui program NAGRAK ASIK (Aparatur Sadar Integrasi, Kerja Ibadah). Pada Senin (13/7/2026), Penyuluh Agama Islam bersama Kepala KUA Nagrak mengisi Pengajian Majelis Taklim Aparatur (MTA) Kecamatan Nagrak yang dirangkaikan dengan sosialisasi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat.
Kegiatan diikuti oleh aparatur Kecamatan Nagrak sebagai upaya memperkuat nilai-nilai integritas, etos kerja, dan spiritualitas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Selain menerima pembinaan keagamaan, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat yang akan dilaksanakan pada 15–16 Juli 2026 melalui metode Rashdul Kiblat.
Materi pengajian bertajuk “Konsep Kerja sebagai Amal” disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Nagrak, Lili Ramli, S.Sy. Dalam paparannya dijelaskan bahwa setiap aparatur memikul dua amanah sekaligus, yakni amanah profesi sebagai pelayan masyarakat dan amanah sebagai hamba Allah SWT. Keduanya harus dijalankan secara seimbang sehingga setiap tugas yang dilaksanakan bernilai ibadah.
Lili Ramli menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, bekerja bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang memiliki nilai pahala. Pelayanan yang diberikan dengan jujur, adil, profesional, dan penuh tanggung jawab akan menjadi amal saleh yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Sebagai aparatur, mari kita jadikan akhlak dan integritas sebagai landasan utama dalam bekerja. Melayani masyarakat dengan ramah, cepat, transparan, serta menjauhi praktik gratifikasi dan korupsi merupakan wujud syukur atas amanah yang Allah titipkan. Jika setiap pekerjaan diniatkan lillahi ta’ala, insya Allah setiap tugas akan bernilai ibadah,” ujar Lili Ramli.
Kepala KUA Kecamatan Nagrak, H. Endang Mulyana, S.Ag., menyampaikan bahwa pembinaan aparatur melalui Majelis Taklim Aparatur menjadi sarana untuk membangun karakter ASN yang profesional sekaligus religius. Menurutnya, penguatan nilai-nilai keagamaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik serta dukungan terhadap program-program strategis Kementerian Agama, termasuk Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat.
“Kami berharap melalui Majelis Taklim Aparatur ini tumbuh semangat melayani dengan integritas, profesionalisme, dan keikhlasan. Selain itu, seluruh aparatur diharapkan turut berperan aktif menyosialisasikan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat agar semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli mendatang,” ungkapnya.
Melalui program NAGRAK ASIK, KUA Kecamatan Nagrak berkomitmen membangun budaya kerja yang berintegritas, berorientasi pelayanan, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan, sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang berdampak bagi masyarakat sekaligus mendukung suksesnya program-program prioritas Kementerian Agama.
Kontributor: KUA Nag
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







