Nagrak (KEMENAG)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nagrak terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat melalui Program Pepeling (Pengantin Peduli Lingkungan) yang diintegrasikan dalam pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA Nagrak, Rabu (8/7/2026), menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai ekoteologi kepada calon pengantin sebagai bekal membangun keluarga sakinah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Materi disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Nagrak, H. Usep Saepullah Ruhiyat, S.Ag., M.H., bersama para Penghulu dan Penyuluh Agama Islam. Selain memberikan pembinaan mengenai kehidupan rumah tangga berdasarkan Al-Qur’an dan hadis, para peserta juga diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab seorang muslim sebagai khalifah di muka bumi.
Kepala KUA Nagrak menjelaskan bahwa Program Pepeling merupakan implementasi nilai ekoteologi yang terus dikembangkan Kementerian Agama. Menurutnya, membangun keluarga sakinah tidak hanya diwujudkan melalui keharmonisan hubungan suami istri, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam sebagai ciptaan Allah Swt.
“Keluarga yang baik adalah keluarga yang tidak hanya harmonis dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui Program Pepeling, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah dan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah Swt.,” ujar H. Usep Saepullah Ruhiyat.
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam menyampaikan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan menjadi awal lahirnya sebuah peradaban baru. Karena itu, setiap keluarga diharapkan mampu menghadirkan manfaat, baik bagi sesama maupun bagi lingkungan tempat mereka hidup.
Sebagai simbol dimulainya kehidupan baru, para calon pengantin menerima bibit tanaman untuk ditanam di lingkungan masing-masing. Penanaman pohon tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam, yaitu akar yang kuat melambangkan kokohnya iman, kesabaran, dan komitmen dalam membangun rumah tangga; batang yang terus tumbuh menggambarkan proses pendewasaan dan perjuangan bersama; sedangkan daun yang rindang menjadi simbol keluarga yang mampu memberikan kesejukan, manfaat, dan keberkahan bagi masyarakat.
Melalui Program Pepeling, KUA Nagrak berharap setiap pasangan yang akan membangun rumah tangga tidak hanya menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, tetapi juga menjadi pelopor kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, keluarga-keluarga baru diharapkan mampu menghadirkan keberkahan yang dirasakan tidak hanya oleh anggota keluarga, tetapi juga oleh masyarakat dan alam di sekitarnya.
Kontributor: KUA Nagrak
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







