Surade (KEMENAG)
Fenomena Rashdul Kiblat terjadi ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah di Kota Makkah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dijadikan acuan akurat dalam menentukan arah kiblat. Momentum astronomi ini dimanfaatkan sebagai metode sederhana namun ilmiah untuk melakukan verifikasi arah kiblat masjid maupun rumah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, M. Sadili didampingi dua warga setempat, yakni Suherman dan Nurdin. Mereka bersama-sama melakukan pengukuran menggunakan benda tegak lurus yang ditempatkan pada permukaan datar guna memastikan ketepatan arah kiblat Masjid Jami Al Amanah.
Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan saat fenomena Rashdul Kiblat berlangsung, arah kiblat Masjid Jami Al Amanah dinyatakan sudah sesuai dan tepat mengarah ke kiblat. Hasil tersebut sekaligus memberikan keyakinan kepada masyarakat dalam pelaksanaan ibadah salat berjamaah di masjid tersebut.
Selain melakukan pengecekan, penyuluh juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan salat. Ia menjelaskan konsep dasar Istiwa A’dhom serta pemanfaatannya dalam kalibrasi arah kiblat berbasis fenomena astronomi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
Kepala KUA Surade, H. Solihin Mansur, menyampaikan bahwa pemanfaatan fenomena Rashdul Kiblat menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang mengedepankan perpaduan antara ilmu pengetahuan dan praktik ibadah.
“Melalui momen Rashdul Kiblat ini, masyarakat dapat memahami bahwa penentuan arah kiblat bisa dilakukan secara sederhana namun tetap akurat berdasarkan fenomena alam yang telah dijelaskan dalam ilmu falak. Kami berharap edukasi seperti ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketepatan arah kiblat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga karena memberikan pemahaman praktis yang mudah diterapkan, baik di lingkungan masjid maupun di rumah masing-masing. Masyarakat juga merasa terbantu dengan adanya pendampingan langsung dari penyuluh agama dalam memahami tata cara pengecekan arah kiblat yang benar.
Melalui kegiatan ini, KUA Surade berharap masyarakat semakin memahami pentingnya akurasi arah kiblat serta semakin terbuka terhadap integrasi antara ilmu pengetahuan dan praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: KUA Surade
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







