Bhayangkara (KEMENAG)
Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan intelektual dan historis organisasi melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan buku sejarah yang digelar di Fresh Hotel Sukabumi, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam mendokumentasikan perjalanan panjang pendidikan Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Sukabumi yang telah tumbuh sejak era 1980-an, jauh sebelum organisasi IGRA resmi berdiri pada 29 Oktober 2002. Upaya ini dinilai strategis sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu sekaligus pijakan penguatan organisasi ke depan.
Ketua PD IGRA Kabupaten Sukabumi, Inna Nurfatmawati, S.Pd.I., menuturkan bahwa penyusunan buku ini tidak hanya berorientasi pada pencatatan sejarah, tetapi juga penguatan nilai-nilai perjuangan yang menjadi ruh organisasi.
“Melalui FGD ini kami ingin menggali sejarah IGRA secara lebih mendalam. RA sudah ada sejak tahun 1980-an, sementara IGRA lahir tahun 2002. Ini penting agar perjalanan tersebut tidak terputus dan bisa dipahami generasi sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penyusunan buku melibatkan tokoh-tokoh senior dan pelaku sejarah guna memastikan keakuratan data serta kekayaan perspektif. Buku ini diharapkan menjadi rekam jejak resmi yang menghubungkan perjalanan masa lalu dengan arah masa depan IGRA di Kabupaten Sukabumi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Ramdani, M.Si., turut mengapresiasi langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa sejarah merupakan marwah organisasi yang harus dirawat.
“Organisasi yang besar lahir dari pemahaman sejarahnya. Buku ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi generasi penerus agar setiap langkah memiliki landasan yang kuat,” tegasnya.
Rencananya, buku sejarah ini akan diluncurkan pada momentum Milad IGRA dan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama. Inisiatif ini sekaligus mencerminkan hadirnya penguatan layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga menyentuh aspek nilai, identitas, dan keberlanjutan—sebuah wujud nyata kemanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kontributor: Ridwan Rismawan
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







