Surade (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Surade, Mansur As’ari, S.Ag., memberikan edukasi kepada siswa SMK Bina Bangsa 1 Surade mengenai bahaya judi online melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUSH), Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya membekali generasi muda agar mampu mengenali risiko perjudian daring dan menghindarinya.
Dalam penyuluhan tersebut, Mansur menjelaskan tiga dampak serius judi online, yakni terganggunya masa depan, kerusakan kesehatan mental, serta konsekuensi agama dan hukum. Kecanduan judi online dapat mengganggu konsentrasi belajar, meningkatkan risiko putus sekolah dan terlilit utang, serta memicu kecemasan dan masalah perilaku.
Dari sisi agama, perjudian bertentangan dengan ajaran Islam. Sementara itu, dari sisi hukum, aktivitas perjudian daring dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Mansur As’ari menegaskan pentingnya membangun kesadaran remaja agar tidak mudah terjerumus dalam praktik perjudian yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.
“Melalui kegiatan BRUSH ini, kami berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki benteng iman yang kuat dan literasi digital yang baik. Dengan begitu, mereka mampu mengenali risiko judi online, bersikap bijak dalam menggunakan teknologi, dan berani menolak segala bentuk perjudian,” ujarnya.
Melalui pembinaan ini, KUA Surade berupaya memperkuat karakter dan ketahanan diri remaja agar dapat memanfaatkan teknologi secara positif serta fokus pada pendidikan dan masa depan.
📝 Kontributor: KUA Surade ✍️ Editor: Dindin M 📸 Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







